edisiana.com – Ketegangan Kylian Mbappe dengan Paris Saint Germain memicu pelatih baru, Luis Enrique hengkang. Padahal mantan pelatih Barcelona itu baru satu bulan menjadi manajer.
Enrique aktif di PSG pada 5 Juli lalu. Sabtu tepat dia sebulan melatih Neymar dkk. Tapi manajaer asal Argentina itu merasa kecewa dengan perselisihan di Parc des Princes.
Terutama menyangkut keretakan antara klub dan Mbappe karena sang striker mencoba untuk pindah, yang kemungkinan besar ke Real Madrid.
Keributan itu memuncak. Mbappe mencoret nama sang bintang dari tur pramusim di Jepang dan membuangnya untuk berlatih bersama tim cadangan.
Saat ini PSG sangat ingin menjualnya dengan bayaran musim panas ini daripada kehilangan aset berharga mereka.
Direktur olahraga Luis Campos, yang berperan penting dalam penunjukan Enrique, juga dikabarkan akan hengkang di Paris.
Media Marca mengatakan Enrique akan menyusul pergi dari Paris sebagai akibatnya, bahkan sebelum dimulainya musim baru Ligue 1 pada 12 Agustus. PSG membuka pertahanan gelar mereka di kandang Lorient.
Marca juga menyarankan tangan kanan Enrique Rafel Pol juga mempertimbangkan posisinya dalam disinsentif lebih lanjut untuk bertahan.
Surat kabar itu juga mengatakan Enrique sudah merasa tidak nyaman di kursi panas PSG. Tapi, klub telah menepis rumor tersebut sebagai omong kosong.
PSG berharap pelatih 53 tahun tersebut bisa membawa klub itu meraih kejayaan di Liga Champions, setelah menjuarai kompetisi tersebut bersama Barcelona pada 2015.
Pelatih yang menggantikan Christophe Galtier ini memiliki rekam jejak yang terbukti dalam mengantarkan trofi menyusul dua gelar juara LaLiga di Barcelona.(maq)
Ketegangan Mbappe dan Klub Memicu Manajer dan Direktur Mau Hengkang dari Paris
