edisiana.com – Pelatih Paraguay asal Argentina, Gustavo Alfaro, mengakui bahwa timnya menghadapi tantangan besar saat berjumpa Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Les Bleus memiliki daya ledak yang mampu menghukum lawan dalam sekejap.
“Prancis itu seperti badai petir dan kilatnya menyambar gawang,” ujar Alfaro dikutip dari MD, jelang laga yang akan berlangsung di Philadelphia, Sabtu malam atau Ahad pukul 04.00 WIB.
Tim asuhan Didier Deschamps datang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Performa mereka sepanjang perjalanan menuju fase gugur juga sangat meyakinkan, dengan hanya menelan satu kekalahan dalam 12 pertandingan kualifikasi Piala Dunia.
Meski demikian, Paraguay bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Sejak Alfaro mengambil alih kursi pelatih pada Agustus 2024, wakil Amerika Selatan itu menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Dalam 23 pertandingan internasional terakhir di semua kompetisi, Paraguay hanya menelan lima kekalahan. Mereka juga mencatatkan 10 kemenangan dan delapan hasil imbang, sebuah catatan yang mencerminkan konsistensi tim besutan Alfaro.
Namun, sejarah masih berpihak kepada Prancis. Paraguay belum pernah mengalahkan Les Bleus dalam lima pertemuan sebelumnya, dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan.
Kenangan paling menyakitkan terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Saat itu Paraguay harus mengubur impian mereka setelah takluk 0-1 akibat gol emas Laurent Blanc pada menit ke-114.
Kini, lebih dari dua dekade kemudian, Paraguay kembali mendapat kesempatan untuk menantang Prancis di fase gugur. Selain memburu tiket perempat final, tim asuhan Alfaro juga membawa misi mengakhiri rekor buruk sekaligus membalas luka lama dari duel bersejarah tersebut.(maq)
