edisiana.com – Perjalanan wakil Asia di Piala Dunia resmi berakhir. Australia, harapan terakhir benua kuning, harus mengubur mimpi setelah takluk 2-4 dari Mesir melalui adu penalti yang penuh ketegangan usai bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu, Sabtu dini hari WIB di Stadion Dallas.
Mesir membuka keunggulan lebih dulu lewat Ashour, hanya beberapa saat setelah Marco Volpato dibuat frustrasi oleh mistar gawang yang menggagalkan peluang emas Australia.
Tim berjuluk Pharaohs bahkan nyaris menggandakan keunggulan, tetapi Omar Marmoush gagal memaksimalkan kesempatan emas yang dimilikinya.
Kegagalan itu menjadi titik balik pertandingan. Australia berhasil menyamakan kedudukan berkat gol bunuh diri Hany—gol bunuh diri keduanya di turnamen ini—yang kembali menghidupkan asa Socceroos.
Laga kemudian berubah menjadi pertarungan sengit. Kiper Beach tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan krusial yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Di sisi lain, Mohamed Salah membuang peluang emas yang seharusnya bisa mengakhiri pertandingan sebelum drama adu penalti.
Pelatih Australia, Tony Popovic, bahkan mengambil keputusan berani dengan memasukkan sang kapten, Mathew Ryan, khusus untuk menghadapi adu penalti. Namun, strategi itu tak mampu mengubah hasil akhir.
Salah membuka adu penalti dengan tendangan Panenka yang penuh percaya diri. Momen penentu datang ketika Herrington yang baru berusia 18 tahun gagal menuntaskan eksekusi penalti keempat Australia.
Kesempatan itu dimanfaatkan Abdelmaguid, yang dengan tenang mencetak gol penentu kemenangan 4-2 untuk Mesir.
Sejarah pun tercipta. Untuk pertama kalinya, Mesir berhasil memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia dan melangkah ke babak berikutnya melalui kemenangan dramatis atas Australia.
Di babak selanjutnya, Mesir akan menghadapi juara bertahan Argentina atau kuda hitam Tanjung Verde. Sementara itu, Australia harus pulang dengan penyesalan setelah kembali gagal melewati drama yang hanya dipisahkan oleh satu tendangan.(maq)
