Al Hilal, Klub Asia Mengejutkan Dunia di Piala Dunia Antarklub 2025

Pemain Al Hilal meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan Manchester City. Foto: via BBC

edisiana.com – Klub raksasa Arab Saudi, Al Hilal, tampil mengejutkan dalam gelaran Kejuaraan Piala Dunia Antarklub 2025 yang digelar di Amerika Serikat. Mereka berhasil melaju ke babak perempat final dan akan menghadapi wakil Brasil, Fluminense, pada Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 02.00 WIB.

Perjalanan “The Blues” dimulai dengan hasil imbang menghadapi dua tim tangguh, Real Madrid dan Red Bull Salzburg. Kemenangan penting atas Pachuca dari Meksiko di laga terakhir fase grup memastikan langkah mereka ke fase gugur.

Lebih istimewa lagi, Al Hilal mencatat sejarah sebagai tim Asia pertama yang berhasil meraih kemenangan atas klub Eropa dalam ajang Piala Dunia Antarklub, sebuah pencapaian monumental yang menambah rasa percaya diri jelang laga besar kontra Fluminense.

Namun, apapun hasil yang diraih melawan Fluminense, Al Hilal telah menancapkan eksistensinya sebagai kekuatan global dalam dunia sepak bola.

“Sekarang aman untuk mengatakan bahwa Al Hilal baru saja menjadi klub super pertama di Asia,” ujar Simon Chadwick, Profesor Olahraga AfroEurasia dari Sekolah Bisnis Emlyon di Paris seperti dilansir BBC pada hari ini.

Menurut Chadwick, kesuksesan Al Hilal bukan hanya hasil dari belanja besar-besaran. Setelah klub ini diambil alih oleh Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi pada tahun 2023—yang juga memiliki Newcastle United—mereka menunjukkan transformasi luar biasa.

Dalam dua tahun terakhir, Al Hilal merekrut sejumlah nama besar: Joao Cancelo dan Kalidou Koulibaly dari Manchester City dan Chelsea, serta pemain-pemain yang masih berada di masa keemasan seperti Malcom, Ruben Neves, Aleksandar Mitrovic, Sergej Milinkovic-Savic, dan Renan Lodi. Mereka juga merekrut talenta muda seperti Marcos Leonardo dari Benfica.

Neymar sempat bergabung dari Paris Saint-Germain, meskipun kemudian kembali ke Santos. Selain itu, Simone Inzaghi direkrut sebagai pelatih dari Inter Milan, tak lama setelah membawa tim Italia itu ke final Liga Champions melawan PSG.

“Al Hilal telah lama memiliki basis penggemar besar dan loyal serta sejarah kesuksesan domestik yang kuat,” tambah Chadwick.

“Namun, stabilitas dan disiplin dari kepemilikan PIF, ditambah dengan pendapatan klub yang meningkat pesat, jelas telah membawa Al Hilal naik ke level baru.”

Kini, dengan status sebagai juara Asia empat kali dan performa gemilang di panggung dunia, Al Hilal berdiri sejajar dengan klub-klub elite global.(maq)

Exit mobile version