edisiana.com – Drama panas Eropa kembali memakan korban. Badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA, menjatuhkan sanksi tegas kepada Galatasaray: suporter mereka dilarang hadir di Anfield untuk laga tandang Liga Champions akhir bulan ini!
Keputusan ini muncul setelah insiden di Turin pada 25 Februari. Dalam leg kedua play-off babak 16 besar, pendukung raksasa Turki itu kedapatan melempar benda dan menyalakan kembang api di dalam stadion.
Aksi yang mencoreng malam penuh ketegangan tersebut kini berujung hukuman berat.
Lolos dengan Luka
Secara olahraga, Galatasaray tetap tersenyum. Meski kalah 3-2 pada malam itu, mereka melaju dengan agregat 7-5. Tiket babak berikutnya di tangan, duel besar kontra Liverpool pun menanti.
Leg pertama akan digelar di Istanbul, di hadapan lautan merah-kuning yang membara.
Namun saat leg kedua di Anfield pada 18 Maret, tak akan ada invasi suporter tamu. Sunyi. Kosong. Tanpa dukungan langsung dari tribun tandang.
Denda dan Banding
Mengutip BBC, tak hanya larangan penjualan tiket tandang, UEFA juga menjatuhkan denda sebesar 40.000 euro kepada pemuncak Super Lig tersebut. Sebuah pesan jelas: tak ada toleransi untuk pelanggaran disiplin di panggung Eropa.
Namun cerita belum selesai. Dalam pernyataan resminya, Galatasaray memastikan akan mengajukan banding atas hukuman tersebut. Mereka belum menyerah di luar lapangan.
Kini, sorotan tertuju pada dua panggung besar: Istanbul dan Anfield. Satu tim dengan ambisi besar. Satu stadion legendaris tanpa warna tandang.(maq)











