edisiana.com – Real Madrid pulang dari Yunani dengan kemenangan liar 3-4 atas Olympiacos, namun cerita terbesar malam itu hanya punya satu nama: Kylian Mbappé.
Di Karaiskakis, sang bintang Prancis mengamuk—bukan hanya dengan hat-trick, tapi poker yang menggetarkan seluruh Eropa dan memecahkan rekor Liga Champions.
Madrid sempat tersengat lebih dulu, tertinggal 1-0. Namun setelah itu, Mbappé menekan tombol turbo dan mengubah pertandingan menjadi panggung pribadinya.
Menit 22: sebuah sprint, satu lawan satu, dan tembakan rendah ke sudut gawang—gol penyama.
Dua menit berselang: lari, lompat, dan sundulan telak menyelesaikan umpan manis Arda Güler.
Beberapa menit kemudian: lagi-lagi lolos dari garis pertahanan, meny ambut bola dari Eduardo Camavinga dan menyelesaikannya dengan dingin.
Hattrick tersebut bukan sembarang hattrick: yang tercepat kedua dalam sejarah Liga Champions, hanya kalah dari rekor Mohamed Salah pada 2022. Dan Mbappé belum selesai.
Menit 59: ia menambah gol keempat, memastikan malam epik di Piraeus.
Itu menjadi hattrick keduanya musim ini di kompetisi Eropa, setelah tiga gol ke gawang Kairat Almaty pada September.
Total, ia kini mengoleksi lima hattrick Liga Champions, menempatkannya di posisi keempat sepanjang masa—di belakang Messi (8), Cristiano Ronaldo (8), dan Lewandowski (6).
Menukil ESPN, Mbappé terus merayap naik dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Champions, kini hanya berjarak delapan gol dari legenda Los Blancos, Raúl, untuk posisi keempat.
Sebuah respons sempurna dari sang superstar, yang memasuki laga ini tanpa gol dalam tiga penampilan terakhir—dan membuat seluruh Eropa kembali mengingat siapa predator paling mematikan di kompetisi ini.(maq)










