Garnacho Sindir Amorim Usai Kekalahan Manchester United di Final Liga Europa

Garnacho melewati trofi Piala Liga Eropa. Foto: via MetroSports

edisiana.com – Alejandro Garnacho meluapkan kekecewaannya terhadap pelatih Ruben Amorim usai Manchester United tumbang di tangan Tottenham Hotspur dalam final Liga Europa yang digelar di Bilbao, Kamis dini hari. Gol semata wayang dari Brennan Johnson di babak pertama memastikan kemenangan Spurs dan mengakhiri penantian 17 tahun mereka untuk meraih trofi.

Garnacho hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam laga tersebut, meskipun sebelumnya berkontribusi besar di sepanjang kompetisi. Amorim memilih menurunkan Mason Mount dan Amad Diallo sebagai pendukung Rasmus Hojlund di lini depan, sementara Garnacho harus menunggu hingga babak kedua untuk masuk.

Berbicara kepada media Argentina pasca-laga, Garnacho tidak menutupi rasa kecewanya terhadap keputusan sang pelatih.

“Musim ini sangat buruk. Kami kalah di final dan tidak mengalahkan siapa pun di liga,” ungkapnya seperti dilansir MetroSports pada hari ini.

“Ada banyak hal yang kurang — ketika Anda tidak mencetak gol, Anda selalu butuh lebih banyak. Saya bermain di setiap babak sampai final, membantu tim, dan hanya bermain 20 menit hari ini… saya tidak tahu.”

BACA JUGA:  Xavi: Kami Main Bagus, tapi Hasilnya Buruk

Ia menambahkan, “Pertandingan ini memang penting, tapi musim secara keseluruhan, situasi klub… saya akan mencoba menikmati libur musim panas dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.”

Tak hanya Garnacho, keluarganya juga menunjukkan kekecewaan. Dalam unggahan di Instagram, saudara laki-lakinya, Roberto Garnacho, menyindir keputusan Amorim dengan nada sarkastik:
“Bekerja tanpa henti, membantu di setiap putaran, mencetak 2 gol di 2 final terakhir, hanya untuk berada di lapangan selama 19 menit dan dikorbankan, wowe hajjahhahaha,” tulisnya.

BACA JUGA:  Pep Guardiola Dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik FIFA 2023

Kekalahan ini memperparah musim kelam Manchester United, yang juga gagal tampil kompetitif di Liga Inggris dan berpotensi kehilangan tiket Eropa musim depan.(maq)