edisiana.com – Komite kompetisi federasi sepak bola Spanyol (RFEF) menjatuhkan hukuman kepada Atlético Madrid dengan bertanding tanpa penonton selama tiga laga. Bukan hanya itu mereka juga denda €45.000 atau setara Rp 763 juta.
Hukuman itu setelah para penggemar melemparkan benda-benda ke lapangan saat Derby Madrid akhir pekan lalu, yang memaksa pertandingan tersebut ditangguhkan sementara.
Permainan dihentikan di tengah babak kedua pertandingan LaLiga. Selepas Éder Militão membawa tim tamu Real Madrid unggul.
Seketika para penggemar melemparkan korek api dan botol plastik ke lapangan. Wasit pun lantas menghentikan pertandingan selama 15 menit.
Permainan kemudian dilanjutkan. Ángel Correa menyamakan kedudukan untuk Atlético sehingga pertandingan berakhir 1-1.
Komite kompetisi federasi sepak bola Spanyol (RFEF) menghukum Atlético dengan penutupan Fondo Sur selama tiga pertandingan, tribun tempat benda-benda itu pelemparan, di belakang salah satu gawang Metropolitano.
Atlético memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Apalagi Atletico mengatakan mereka bekerja sama dengan polisi untuk menemukan penggemar lainnya.
Atlético mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan mengubah peraturan mereka untuk melarang penggemar memasuki stadion mengenakan pakaian yang dimaksudkan untuk menyembunyikan identitas mereka.
Beberapa penggemar di belakang gawang pada hari Minggu terlihat mengenakan balaclava.
“Kita semua harus membantu. Namun, kami, para protagonis, tidak membantu, saat kami memprovokasi para penggemar dan para penggemar menjadi marah. Itu salah, itu tidak benar, tetapi kami harus tetap tenang dan memahami situasi, tahu bagaimana kami dapat merayakan gol,” terang Simeone seperti dilansir ESPN.
Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memuji wasit Mateo Busquets Ferrer yang memerintahkan penghentian, setelah tiga peringatan kepada penggemar diabaikan — atas penanganannya terhadap situasi tersebut.
“Saya pikir itu keputusan yang tepat dari wasit. Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan,” ucap Ancelotti.(maq)
