edisiana.com – Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min, mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Tottenham Hotspur pada musim panas ini. Meskipun masih terikat kontrak hingga tahun 2026, Son menyatakan bahwa ini adalah momen yang tepat untuk mengakhiri kebersamaannya dengan klub yang telah ia bela selama satu dekade.
Dalam konferensi pers jelang laga pramusim Spurs melawan Newcastle United di Seoul, Minggu mendatang, Son menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan salah satu yang paling sulit dalam kariernya.
“Saya telah memutuskan untuk meninggalkan klub musim panas ini,” ujar Son dikutip dari Mundo Deportivo pada hari ini.
“Itu salah satu keputusan tersulit yang pernah saya buat dalam karier sepak bola saya. Bermain untuk satu tim selama 10 tahun adalah hal yang sangat saya banggakan, tapi saya merasa saya telah memberikan segalanya untuk klub setiap hari,” ucapnya menambahkan.
Son menjadi bagian integral dari Tottenham sejak didatangkan dari Bayer Leverkusen pada tahun 2015. Puncak kontribusinya terjadi pada Mei lalu, saat ia memimpin Spurs meraih trofi pertama dalam 17 tahun dengan menjuarai Liga Europa, mengalahkan Manchester United di final.
“Saya memberikan segalanya di dalam dan di luar lapangan,” lanjut Son. “Dengan memenangkan Liga Europa, saya merasa telah mencapainya dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk pergi dengan kepala tegak.”
Selama memperkuat Spurs, Son mencatatkan 454 penampilan dan mencetak 173 gol. Ia juga meraih Sepatu Emas Liga Primer Inggris pada musim 2021–22, menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik di liga tersebut.
“Di sanalah saya berkembang pesat sebagai pesepakbola dan sebagai pribadi, jadi saya sangat bersyukur,” tambahnya.
Meskipun Son belum mengungkapkan destinasi selanjutnya, sejumlah media Inggris menyebutkan bahwa ia tengah dipantau oleh klub Major League Soccer, Los Angeles FC.
Manajer Spurs, Thomas Frank, memberikan penghormatan kepada sang kapten, menyebut Son sebagai “legenda Spurs sejati dalam segala hal.”
“Dia bukan hanya pemain luar biasa, tetapi juga pribadi yang luar biasa. Warisannya akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub ini,” ujar Frank.
Kepergian Son menandai akhir dari era penting di Tottenham, dan dunia sepak bola kini menantikan ke mana langkah karier selanjutnya akan membawanya.(maq)
