Menang 2-0, Leverkusen Pecahkan Rekor di Roma

Pemain Leverkusen merayakan gol kemenangan. Foto: via ESPN

edisiana.com – Juara Bundesliga, Bayer Leverkusen  menang 2-0 atas AS Roma  pada leg pertama semifinal Liga Europa pada Jumat ini. Dengan demikian mereka selangkah lagi ke final Eropa pertama mereka dalam 22 tahun.

Leverkusen dinobatkan dan finalis Piala Jerman, yang baru-baru ini menyalip  Juventus untuk mengklaim rekor Eropa. Yakni rekor tak terkalahkan terlama di semua kompetisi. Juve kala itu kalah 2-1 dari Real Madrid di final Liga Champions 2002.

Leverkusen memenangkan satu-satunya gelar Eropa ketika mereka mengangkat Piala UEFA pada tahun 1988. Dan hasil ini menandai pertama kalinya mereka menang di tanah Italia sejak tahun 1999 ketika striker Jerman Michael Ballack mencetak gol penentu.

Sementara Leverkusen lebih unggul di menit-menit awal. Roma mengembangkan permainan seiring berlalunya babak pertama.

Romelu Lukaku bisa saja memberi tuan rumah keunggulan awal ketika sundulannya membentur mistar gawang menyusul tendangan sudut pada menit ke-21.

Namun, keadaan berbalik lagi untuk tim asuhan Xabi Alonso. Gelandang Wirtz mencetak gol dengan penyelesaian rendah yang sederhana, memanfaatkan kesalahan pertahanan Roma.

“Kami bertarung dengan baik dan menunjukkan performa matang dengan banyak disiplin,” kata pelatih Xabi Alonso seperti dilansir ESPN pada Jumat, 3 Mei.

Bermula dari kesalahan bek Roma Rick Karsdorp ketika ia berusaha menemukan Leonardo Spinazzola. Memberi umpan dari tepi kotak mereka sendiri dan pemain Leverkusen Alex Grimaldo mengambil alih bola.

Dia memotong kembali ke Wirtz yang mencetak gol ke sudut kanan bawah. Leverkusen seharusnya bisa menambah keunggulan enam menit kemudian. Tapi Jeremie Frimpong nyaris gagal mencetak gol, menyerang dari sekitar titik penalti dengan sentuhan pertama.

Namun tim tamu terus mendominasi di Stadio Olimpico. Andrich membuat skor menjadi 2-0 pada menit ke-73. Kiper Roma Mile Svilar tidak punya peluang ketika ia melepaskan tembakan tak terbendung dari luar kotak penalti dan di bawah mistar.

Roma mendapat peluang di masa tambahan waktu melalui pemain pengganti Tammy Abraham. Sayang sundulannya salah sasaran dari jarak dekat melayang tipis di atas mistar.

Kedua tim bertemu di babak semifinal Liga Europa untuk musim kedua berturut-turut, dengan tim Italia melaju ke final tahun lalu. Berkat keunggulan tipis 1-0 dari laga kandang pertama diikuti dengan hasil imbang tanpa gol di Jerman.

Roma, yang mengalahkan AC Milan  dengan agregat 3-1 di perempat final, telah mencapai babak semifinal kompetisi besar Eropa untuk musim keempat berturut-turut.

Leg kedua akan dimainkan di Leverkusen Kamis depan dan pemenang pertandingan akan menghadapi Marseille  atau  Atalanta di final pada 22 Mei di Stadion Aviva Dublin.(maq)

Exit mobile version