edisiana com -Real Madrid kembali gagal merebut puncak La Liga setelah hanya bermain imbang 1-1 di markas Girona, Ahad malam. Hasil ini terasa lebih seperti dua poin hilang daripada satu poin diraih.
Tim asuhan Xabi Alonso tampil dominan dalam penguasaan bola, namun lagi-lagi ketidakefisienan di sepertiga akhir menjadi masalah besar yang tak terselesaikan.
Kylian Mbappé sempat mengira dirinya memecah kebuntuan di babak pertama. Dalam kemelut di kotak penalti, ia menguasai bola dengan cerdas dan menembaknya ke dalam gawang.
Namun euforia itu sirna seketika: gol dianulir karena handball saat ia mencoba menenangkan bola dalam tekanan.
Tak lama kemudian, Madrid dihukum karena kegagalan mereka memanfaatkan peluang. Girona menyerang lewat transisi cepat.
Sepakan pertama Azzedine Ounahi dari tepi kotak penalti melesat ke sudut atas—gol yang membuat para pendukung tuan rumah bersorak dan memperlihatkan rapuhnya pertahanan Madrid dalam momen krusial.
Babak kedua menjadi cerita berbeda. Madrid tampil lebih agresif, ritme lebih cepat, dan fokus serangan digeser ke tengah. Vinícius Jr., yang berkali-kali menarik pemain Girona keluar dari posisinya, sempat mencetak gol jarak dekat.
Namun sekali lagi, frustrasi berulang: pemain Brasil itu berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan terakhir.
Saat laga tampak mengarah pada kekalahan liga kedua Madrid dalam beberapa pekan, Mbappé maju sebagai penyeimbang. Eksekusi penaltinya tenang, keras, dan tak terbendung—menyelamatkan Madrid dari hasil yang lebih buruk.
Meski begitu, statistik tetap berbicara: Los Blancos kini hanya menang sekali dari lima laga terakhir di semua kompetisi. Isyarat jelas bahwa ada pekerjaan besar menunggu Alonso.
KONSEKUENSI KLASEMEN
Hasil imbang ini menahan Madrid di peringkat kedua, tertinggal satu poin dari Barcelona yang memimpin klasemen.
Girona tetap berkutat di zona bawah, berada di peringkat ketiga dari bawah dengan 12 poin—namun malam itu mereka tampil seolah tak gentar melawan salah satu raksasa liga.
Di Montilivi, Madrid punya peluang untuk mengambil alih pucuk. Tapi seperti terlalu sering terjadi musim ini, mereka meninggalkannya begitu saja.(maq)
