edisiana.com – Manchester City kembali menelan kekalahan, kali ini di kandang Brighton dengan skor 1-2, meski diperkuat Rodri sejak menit pertama. Gelandang asal Spanyol itu menegaskan bahwa kehadirannya bukan jaminan kemenangan, sepertinya hal Lionel Messi bisa mengubah segalanya.
Rodri mengawali laga sebagai starter untuk pertama kalinya sejak cedera lutut yang dideritanya 11 bulan lalu saat menghadapi Arsenal. Namun, comeback-nya tak cukup untuk menghindarkan City dari kekalahan kedua beruntun mereka musim ini.
“Saya bukan [Lionel] Messi. Saya tidak akan kembali dan hanya membuat tim menang dan menang,” kata Rodri kepada BBC, Senin, 1 September 2025.
“Ini kolektif. Ketika kami menang di masa lalu, saya membutuhkan semua rekan satu tim saya. Tentu saja saya perlu memulihkan level terbaik saya dan kami harus fokus pada diri kami sendiri, ini olahraga kolektif. Semoga setelah jeda kami bisa jauh lebih baik,” lanjutnya.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri catatan impresif Rodri yang sebelumnya tidak pernah kalah dalam 49 pertandingan Premier League sebagai starter sejak kekalahan dari Tottenham Hotspur pada Februari 2023.
City pun kembali menunjukkan inkonsistensi seperti musim lalu, di mana mereka tampil meyakinkan di laga pembuka dengan kemenangan 4-0 atas Wolves, namun menurun drastis di laga-laga berikutnya.
“Beberapa kesalahan yang kita lakukan adalah kesalahan anak-anak, Anda tidak berkonsentrasi dan memperhatikan,” ujar Rodri.
“Realitanya adalah kita harus meningkatkan level jika kita ingin bersaing. Kita belum berada pada level itu untuk waktu yang sangat lama.”
City kini menghadapi jeda internasional dalam kondisi yang kurang ideal. Rodri menekankan bahwa tim harus segera menemukan kembali jati diri mereka jika ingin mempertahankan dominasi di kompetisi domestik maupun Eropa.(maq)











