Erik ten Hag Dipecat Leverkusen Setelah Dua Laga, Catatkan Rekor Tercepat di Bundesliga

Erik Ten Hag saat menyalami pemain Flamengo di debutnya bersama Leverkusen. Foto: Daily Mail

edisiana.com – Karier Erik ten Hag di Bayer Leverkusen berakhir dengan tragis dan mencetak sejarah baru. Hanya dua pertandingan setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala, mantan manajer Manchester United itu resmi dipecat pada Senin, 1 September, menjadikannya pelatih dengan masa kerja terpendek dalam sejarah Bundesliga.

Pelatih asal Belanda tersebut ditunjuk pada Mei lalu untuk menggantikan Xabi Alonso, yang hengkang ke Real Madrid usai membawa Leverkusen meraih gelar ganda Bundesliga dan DFB-Pokal musim 2023/24. Namun, masa jabatan Ten Hag tak berlangsung lama.

Dalam dua laga awal Bundesliga musim ini, Leverkusen hanya mengumpulkan satu poin. Mereka kalah 1-2 di kandang dari Hoffenheim pada pekan pembuka, lalu hanya bermain imbang 3-3 melawan Werder Bremen yang bermain dengan 10 orang, meskipun sempat unggul 2-0 dan 3-1.

Direktur pelaksana Leverkusen, Simon Rolfes, mengungkapkan kekecewaannya atas situasi ini.

“Tidak ada yang ingin mengambil langkah ini. Namun, beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa membangun tim baru yang sukses dengan pengaturan seperti ini tidaklah memungkinkan,” ujarnya, dikutip dari BBC.

Keputusan ini menjadikan Ten Hag sebagai pelatih tercepat yang dipecat dalam sejarah Bundesliga, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh pelatih yang hanya bertahan lima laga.

CEO Leverkusen, Fernando Carro, menegaskan bahwa keputusan ini berat namun perlu diambil.

“Perpisahan di tahap awal musim ini memang menyakitkan, tetapi kami merasa itu perlu. Kami tetap berkomitmen untuk mencapai tujuan kami musim ini – dan untuk itu, kami membutuhkan kondisi terbaik di semua level dan di seluruh tim utama.”

Ten Hag menjadi pelatih ketiga eks-Manchester United yang kehilangan pekerjaannya dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya, Ole Gunnar Solskjaer dipecat oleh Besiktas pada Kamis, dan Jose Mourinho resmi meninggalkan Fenerbahce pada Jumat.

Dengan pemecatan ini, Leverkusen kini harus bergerak cepat untuk mencari pengganti yang mampu mengembalikan stabilitas dan ambisi klub di musim yang baru saja dimulai.(maq)

Exit mobile version