edisiana.com – Meksiko akhirnya menghapus penantian panjang yang membayangi mereka selama empat dekade. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Kota Meksiko, El Tri tampil meyakinkan untuk menundukkan Ekuador 2-0 dan mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Kini, pasukan Javier Aguirre tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang duel antara Inggris dan DR Kongo.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Meksiko langsung mengambil inisiatif serangan. Baru beberapa menit laga berjalan, Raul Jiménez nyaris membuka keunggulan. Namun, sundulannya masih melenceng tipis di sisi gawang.
Ekuador sempat mengancam lewat peluang emas Yeboah. Tembakan jarak dekatnya hanya membentur tiang gawang, sebuah momen yang menjadi titik balik bagi tuan rumah.
Meksiko memanfaatkan keberuntungan itu dengan sempurna. Pada menit ke-22, Julián Quiñones memecah kebuntuan melalui penyelesaian keras yang gagal dihentikan kiper Ekuador.
Keunggulan tersebut semakin nyaman sembilan menit berselang. Usai jeda minum, Jiménez menebus kegagalan sebelumnya dengan penyelesaian apik setelah memainkan kombinasi satu-dua yang brilian bersama Quiñones. Skor 2-0 menjadi penutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Ekuador yang ditangani Sebastián Beccacece mencoba bangkit dengan mengandalkan umpan-umpan silang dari berbagai sisi lapangan. Namun, rapatnya lini pertahanan Meksiko membuat mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Satu-satunya kesempatan yang benar-benar mengancam datang melalui Rodríguez, tetapi tembakannya melebar saat kiper Rangel sudah terlanjur keluar dari sarangnya.
Menjelang akhir pertandingan, tensi laga memanas. Hincapié harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah akibat terlibat adu mulut dengan Santiago Giménez. Meski sempat memancing keributan, insiden tersebut tak mampu mengubah jalannya pertandingan.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 2-0 untuk Meksiko. Hasil ini membawa El Tri melangkah ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri penantian 40 tahun untuk kembali mencapai fase gugur.
Di sisi lain, mengutip ESPN, perjalanan Ekuador harus terhenti. Harapan mereka untuk kembali melewati fase grup untuk pertama kalinya dalam 20 tahun berakhir di rintangan pertama.(maq)










