PSG Pecahkan Sejarah Raih Gelar Liga Champions Pertama, Menang Telak 5-0 atas Inter Milan

Pemain PSG merayakan gelar Champions pertamanya usai menundukkan Inter Milan. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Paris Saint-Germain akhirnya meraih gelar Liga Champions pertama mereka setelah menang telak 5-0 atas Inter Milan di final yang digelar di Allianz Arena, Munich. Kemenangan ini bukan hanya bersejarah karena menjadi trofi Eropa perdana bagi klub asal Prancis tersebut, tetapi juga karena mencatat margin kemenangan terbesar di final Liga Champions sejak edisi perdana tahun 1956.

Kemenangan ini sekaligus melengkapi treble bagi PSG musim ini, setelah sebelumnya menjuarai Ligue 1 dan Coupe de France.

Pertandingan dimulai pukul 02.00 WIB pada Ahad dini hari. PSG membuka keunggulan melalui serangan cepat yang diawali umpan Vitinha ke dalam kotak penalti. Désiré Doué dengan cermat mengantisipasi bola tersebut.

Meski memiliki peluang untuk menembak langsung, ia justru memberikan bola kepada Achraf Hakimi, yang dengan tenang menyarangkan bola ke gawang kosong.

Sebagai mantan pemain Inter Milan, Hakimi memilih untuk tidak melakukan selebrasi berlebihan, namun para penggemar PSG tetap bersorak meriah merayakan gol pembuka tersebut.

Luis Enrique memecahkan sejarah dengan memberikan gelar Liga Champions kepada PSG. Foto: via Daily Mail

Hanya delapan menit berselang, PSG menggandakan keunggulan. Doué melepaskan tembakan dari sisi kanan kotak penalti, yang mengenai kaki Federico Dimarco dan mengubah arah bola melewati kiper Yann Sommer. Gol tersebut dicatat sebagai gol bunuh diri.

Doué kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63, kali ini dengan penyelesaian akurat ke sudut bawah gawang. Pemain muda ini menjadi remaja pertama yang mencetak dua gol di final Liga Champions sejak Eusebio melakukannya untuk Benfica dalam kemenangan 5-3 atas Real Madrid pada 1962.

Sepuluh menit kemudian, Khvicha Kvaratskhelia menambah gol keempat PSG dengan sebuah aksi individual yang memukau. Lalu, Mathis Mayulu — yang baru masuk dua menit sebelumnya — menutup pesta gol PSG dengan mencetak gol kelima pada menit ke-86. Ia juga masuk dalam daftar remaja pencetak gol di final Liga Champions.

Kemenangan 5-0 ini melampaui rekor kemenangan terbesar sebelumnya di final kompetisi ini, termasuk kemenangan 4-0 yang dicatat AC Milan pada 1994 dan 1989, serta Bayern Munich pada 1974.

PSG kini menjadi klub Prancis kedua yang berhasil mengangkat trofi Liga Champions, setelah Olympique Marseille pada 1993. Bagi pelatih Luis Enrique, ini merupakan gelar keduanya di ajang ini setelah membawa Barcelona juara pada 2015.

“Kami telah membuat sejarah. Kami telah menuliskan nama kami dalam sejarah klub ini. Klub ini memang pantas mendapatkannya sejak lama, dan kami sangat bahagia. Kami telah menciptakan keluarga yang hebat,” kata Hakimi seusai laga dikutip dari ESPN.(maq)

Exit mobile version