edisiana.com – Xavi Hernandez memiliki saat serba salah tiba di Camp Nou untuk menukangi Barcelona. Dua rekan Gerard Pique dan Jodi Alba marah kepadanya karena sudah mulai jarang bertanding.
Xavi, yang berhenti di Al-Sadd di Qatar sebagai pelatih sebelum kembali ke Barca pada 2021. Xavi harus memimpin perubahan generasi di Camp Nou yang menguji persahabatannya dengan mantan rekan setimnya.
Sejak mengambil alih, dia telah melihat bek Gerard Pique pensiun. Jordi Alba dan Sergio Busquets akan meninggalkan klub musim panas ini, meskipun tidak ada yang mengumumkan tujuan berikutnya.
“Ketika Anda harus membuat keputusan yang tidak diinginkan para pemain, itu menjadi sulit. Saya harus memberi tahu Pique untuk menepi, bahwa dia akan bermain lebih sedikit. Saya bahkan kesulitan untuk tidur, karena kami sangat menikmati kebersamaan,” kata Xavi dikutip dari ESPN pada Kamis ini.
“Dengan Jordi, memiliki perasaan bahwa saya mengecewakannya sebagai teman, tetapi saya harus memprioritaskan tim. Itu terjadi pada saya dengan Luis Enrique, tidak mengerti karena setelah bertahun-tahun sebagai pemain reguler, merasa harus bermain,” imbuhnya menjelaskan.
“Jordi marah, itu bisa dimengerti. Tapi setelah itu, ada obrolan grup dan dia memberi tahu kami bahwa dia 100 persen berkomitmen. Dan dia, sama seperti Pique. Mereka memilih saat yang tepat untuk pergi,” sambungnya.
Xavi pun lantas mengajak mengobrol dengan rekan satu timnya Alba, Pique dan Busquets usai memenangkan LaLiga dan Piala Super Spanyol musim ini.
Xavi punya keinginan untuk merekrut kembali Lionel Messi. Hal ini untuk harus mengambil langkah maju memperkuat timnya di Liga Champions setelah tersingkir di fase grup berturut-turut.
“Perasaan tidak mampu bersaing di Eropa sangat sulit dihadapi, salah satu perasaan terburuk yang saya alami sebagai pelatih,” ucap Xavi.
“Ini urusan tim yang belum selesai. Kami harus bersaing dan bercita-cita memenangkan segalanya. Kami harus memperkuat diri dengan baik musim panas ini untuk tampil lebih baik di Liga Champions,” tutup dia.(maq)
