edisiana.com – Nasib Oxford United seolah belum juga berpihak. Datang dengan pelatih baru dan harapan segar, The U’s tetap harus menelan pil pahit saat tumbang 0-2 dari Birmingham City di kandang sendiri, Sabtu malam.
Birmingham tampil dingin dan efektif. Mereka mematahkan awal tak terkalahkan Matt Bloomfield bersama Oxford, sekaligus melanjutkan kebangkitan impresif di tahun baru—dengan satu mata tertuju pada zona play-off Championship.
Gol pembuka lahir dari situasi bola mati. Tendangan bebas Paik Seung-Ho disambut sentuhan akhir Myles Peart-Harris, bek Oxford yang justru membuat gawang timnya sendiri bergetar.
Sebuah momen krusial yang mengubah arah pertandingan. Oxford mencoba bangkit, tetapi Birmingham tampil semakin percaya diri.
Marvin Ducksch kemudian memastikan kemenangan The Blues, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi enam pertandingan beruntun.
Penyerang asal Jerman itu sedang berada dalam performa emas. Ducksch kini telah mengoleksi lima gol dalam enam laga terakhir, dan total delapan gol sepanjang musim—cerminan sempurna dari Birmingham yang tengah “panas” sepanjang Januari.
Ambisi klub juga terlihat jelas di luar lapangan. Birmingham dilaporkan telah menggelontorkan dana hingga £15 juta di bursa transfer musim dingin untuk memperkuat skuad Chris Davies. Hasilnya mulai terasa: mereka kini hanya terpaut lima poin dari zona play-off.
Keyakinan untuk bersaing di enam besar pun kian menguat, terutama setelah transformasi signifikan sejak kekalahan telak 0-3 dari Watford pada Hari Tahun Baru.
Di sisi lain, awan gelap menyelimuti Oxford. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Bloomfield dalam laga keempatnya sebagai manajer.
Menukil BBC, timnya kini tergelincir lima poin di bawah zona aman. Tantangan sesungguhnya baru saja dimulai.(maq)










