edisiana.com – Prancis mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026. Les Bleus tampil meyakinkan saat membungkam Swedia 3-0 pada laga fase grup yang berlangsung Rabu pagi WIB. Kemenangan itu sekaligus mengantar tim asuhan Didier Deschamps melaju ke babak 16 besar.
Penampilan Prancis seolah menunjukkan ambisi besar mereka untuk kembali tampil di Stadion New York New Jersey, venue final Piala Dunia pada 19 Juli 2026.
Swedia sebenarnya membuka pertandingan dengan cukup baik. Tim besutan Graham Potter mampu memberikan tekanan pada awal laga. Namun, seiring berjalannya pertandingan, Prancis mulai mengambil alih kendali dan menunjukkan kualitasnya sebagai juara dunia dua kali.
Les Bleus sempat dibuat frustrasi setelah gol Kylian Mbappe dianulir karena offside. Tak lama berselang, tendangan akrobatik Michael Olise juga gagal berbuah gol setelah hanya membentur tiang gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah sesaat sebelum turun minum. Berawal dari skema sepak pojok pendek yang dieksekusi dengan rapi, Mbappe sukses mencetak gol pembuka dan membawa Prancis unggul 1-0.
Keunggulan Prancis bertambah pada awal babak kedua. Bradley Barcola memanfaatkan umpan terobosan Olise sebelum menuntaskan peluang dengan penyelesaian klinis untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Olise kembali menjadi kreator pada gol ketiga Prancis yang lahir 16 menit sebelum laga usai. Gelandang Bayern Munich itu mengirim umpan terobosan kepada Mbappe yang kemudian melepaskan sepakan ke sudut jauh gawang Swedia.
Gol tersebut menjadi gol ke-18 Mbappe sepanjang penampilannya di Piala Dunia. Itu juga merupakan gol keenamnya pada edisi 2026, menyamai rekor yang sebelumnya dibukukan Lionel Messi dalam satu turnamen.
Hasil ini memastikan Prancis melangkah ke babak 16 besar. Menurut ESPN, mereka akan menghadapi Paraguay di Philadelphia pada Minggu mendatang.
Sebaliknya, kekalahan ini mengakhiri perjalanan Swedia di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Graham Potter harus menerima kenyataan tersingkir pada fase grup, eliminasi tercepat mereka sejak 1990.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Potter tetap memiliki alasan untuk bangga. Mengingat beberapa bulan lalu Swedia hanya mampu finis sebagai juru kunci grup kualifikasi, keberhasilan tampil hingga putaran final Piala Dunia tetap menjadi catatan positif bagi timnya.(maq)










