edisiana.com – AS Roma menjalani salah satu malam paling kelam mereka musim ini. Di Stadion Olimpico, tim berjuluk Giallorossi harus menelan kekalahan 2-1 dari Genoa CFC, yang kini dilatih oleh sosok yang sangat mereka kenal: Daniele De Rossi.
Ironisnya, legenda Roma yang tak terbantahkan itu justru menjadi arsitek kemenangan tim tamu pada Minggu malam.
Babak pertama berjalan datar dan minim peluang. Roma kesulitan menemukan ritme permainan mereka, sementara Genoa tampil disiplin dan sabar menunggu celah. Kebuntuan akhirnya pecah setelah jeda.
Pada babak kedua, Junior Messias membuka keunggulan bagi Genoa lewat eksekusi penalti yang tenang. Gol tersebut semakin memperlihatkan malam sulit bagi tuan rumah.
Roma mencoba merespons dan akhirnya menemukan jalan kembali ke pertandingan. Bek Evan Ndicka naik membantu serangan dan menyundul bola masuk untuk mengubah skor menjadi 1-1, menghidupkan kembali harapan publik Olimpico.
Namun ketika laga tampak akan berakhir imbang, Genoa memberikan pukulan terakhir.
Menjelang akhir pertandingan, Vitinha muncul di kotak penalti dan menyambar bola dari jarak sangat dekat ke tengah gawang, memastikan kemenangan 2-1 bagi tim tamu.
Melansir MD, gol itu mengunci tiga poin bagi Genoa — dan sekaligus membuat Roma harus menerima kenyataan pahit: mereka kalah dari tim yang dipimpin oleh legenda mereka sendiri.(maq)











