edisiana.com – Rangers benar-benar tidak memberi ampun. Bertanding di Ibrox, pasukan biru itu menghajar Queen’s Park tanpa belas kasihan. Skor telak 8-0 memastikan langkah Rangers ke perempat final Piala Skotlandia. James Tavernier jadi aktor utama dengan torehan hat-trick.
Hampir setahun lalu, nama Calum Ferrie sempat dielu-elukan.
Kiper Queen’s Park itu menjadi tembok kokoh, bahkan menggagalkan penalti telat Tavernier dalam salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah turnamen. Namun, cerita heroik itu tak berulang.
Kali ini Ferrie justru jadi pesakitan. Ia meninju bola hasil sepak pojok Tavernier ke gawangnya sendiri. Sebuah kesalahan fatal yang membuka keran gol Rangers.
Tavernier kemudian menambah gol lewat sepakan jarak dekat sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat titik putih.
Ryan Naderi tak mau ketinggalan. Menjalani debut sebagai starter, ia langsung membuka rekening golnya.
Petaka Queen’s Park bertambah setelah Matty Shiels mencetak gol bunuh diri jelang turun minum. Ironisnya, kedua gol itu juga berawal dari situasi bola mati.
Dominasi Rangers berlanjut di babak kedua. Naderi mencetak gol keduanya lewat sundulan di awal paruh laga. Bojan Miovski menyusul dengan gol ketujuh pada menit ke-80.
Pesta gol ditutup oleh Tochi Chukwuani, yang menyelesaikan rangkaian umpan rapi—lagi-lagi berawal dari kreasi Tavernier.
Sebelumnya, Queen’s Park sebenarnya lolos ke babak ini secara otomatis setelah Stranraer didiskualifikasi karena kesalahan prosedur pendaftaran kiper pinjaman.
Keuntungan finansial dari kelolosan itu memang signifikan bagi kas klub. Namun, performa buruk di Ibrox justru menegaskan jurang kualitas yang ada.
Tim tamu sempat mengira punya peluang saat bola masuk ke gawang Rangers pada skor 1-0. Sayangnya, Aidan Connolly sudah berdiri jauh dalam posisi offside. Harapan itu pun langsung pupus.
Bagi Queen’s Park, melansir BBC, kekalahan ini memperpanjang penderitaan. Tim juru kunci divisi dua itu pulang dengan kepala tertunduk.
Sementara Rangers melenggang mantap, membawa pesan tegas: mereka serius membidik trofi.(maq)











