edisiana.com – Jadon Sancho muncul sebagai penyelamat Aston Villa. Satu sentuhan, satu sundulan, satu gol—cukup untuk membungkam Fenerbahce dan mengantar Villa ke babak 16 besar Liga Europa.
Di tengah tekanan Stadion Şükrü Saracoğlu, Sancho berbicara di menit ke-25. Umpan silang Matty Cash yang sempat terdefleksi jatuh tepat ke kepalanya.
Dari jarak dekat, tanpa ampun, bola disundul melewati Ederson. Gol emas. Gol penentu. Gol yang mengubah segalanya.
Villa tampil dingin, efektif, dan mematikan.
Namun, malam di Istanbul tak pernah mudah. Fenerbahce hampir saja merusak pesta.
Dengan 15 menit tersisa, Kerem Akturkoglu membuat stadion bergemuruh setelah bola bersarang di gawang Villa. Tapi sepak bola modern punya hakim lain: VAR.
Selebrasi berubah jadi kekecewaan—gol dianulir akibat offside dalam rangkaian serangan yang melibatkan mantan striker Villa, Jhon Duran.
Melansir BBC, Villa memperoleh enam kemenangan dari tujuh laga pembuka membuat pasukan Unai Emery kokoh di posisi ketiga fase liga, sebuah pencapaian yang memastikan mereka tak mungkin lagi tersingkir dari delapan besar.
Sancho menjadi simbol perlawanan. Villa membawa pulang kemenangan. Istanbul ditaklukkan. Liga Europa? Villa masih hidup. Dan mereka serius.(maq)










