Inggris Tuntaskan Kualifikasi Piala Dunia dengan Rekor Sempurna

Kane tak tergantikan meskipun akan ada pencoretan dari manajernya. Foto: via BBC

edisiana.com – Inggris menutup kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan gaya mereka sendiri—bukan yang paling indah, tapi tetap efektif, efisien, dan tanpa noda.

Pada Senin dini hari, Three Lions memastikan kemenangan 2–0 atas Albania, sekaligus mengamankan kampanye sempurna: delapan laga tanpa kekalahan, tanpa kebobolan, dan tiket Piala Dunia sebagai juara grup.

Thomas Tuchel, yang timnya sudah memastikan posisi puncak, berburu keseimbangan baru. Tujuh perubahan ia lakukan pada starting XI, termasuk eksperimen taktis yang membuat John Stones masuk ke lini tengah setiap kali Inggris menguasai bola.

BACA JUGA:  Bos Leeds Gugup Hadapi City

Hasilnya? Bukan penampilan klasik, bukan yang paling memikat, tapi Catur Tuchel tetap memenangkan pertandingan.

Setelah frustasi selama 73 menit, akhirnya sang kapten berbicara. Harry Kane, predator kotak penalti yang kini mengoleksi 78 gol internasional, membuka skor pada menit ke-74.

Ia memanfaatkan bola liar dari tendangan sudut Bukayo Saka dan membantingnya ke gawang dari jarak dekat.

Delapan menit kemudian, Kane kembali unjuk kelas: sebuah sundulan sempurna menerima umpan silang melengkung nan presisi dari Marcus Rashford—mengunci kemenangan dan menegaskan siapa raja area penalti Eropa.

BACA JUGA:  City Tak Terlawankan

Inggris sebenarnya bisa menang lebih besar. Jude Bellingham, Jarrod Bowen, dan Saka semuanya punya peluang emas, namun penyelesaian akhir kurang tajam.

Albania bukan sekadar figuran. Mereka datang dengan modal tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir dan bahkan hampir mencuri gol lebih dulu—tetapi tembakan Arber Hoxha tepat mengarah ke Dean Henderson, yang menjaga rekor nirbobol tetap mulus.

Dengan kemenangan ini, menukil BBC, Inggris menulis sejarah: tim Eropa pertama yang memainkan minimal enam laga kualifikasi dan memenangkan semuanya tanpa kebobolan.

BACA JUGA:  Pelatih Baru Brighton Termuda di Liga Inggris

Tidak spektakuler, tapi kejam. Tidak meledak-ledak, tapi konsisten. Inggris versi Tuchel—solid, dingin, dan siap untuk panggung besar di 2026.(maq)