Bola  

Guardiola Berkemas, Pindah dari Manchester, Menuju Barcelona

Perabot rumah Pep Guardiola mulai dikemas untuk pindah ke Barcelona. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Pep Guardiola mulai menutup lembaran terakhirnya bersama Manchester City. Setelah mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Etihad Stadium, pelatih asal Catalonia itu kini dikabarkan tengah berkemas dari apartemen mewahnya di pusat kota Manchester sebelum kembali ke kampung halamannya, Barcelona.

Selama memimpin City, Guardiola tinggal di Deansgate City Suites, sebuah kompleks eksklusif 16 lantai di jantung kota
Manchester yang memiliki 237 apartemen premium dengan fasilitas lengkap.

Pada 2017, Guardiola membeli salah satu apartemen pribadi di gedung tersebut dengan nilai mencapai £2,7 juta.

BACA JUGA:  Kroasia Pesta Gol, Hancurkan Republik Ceko 5-1 di Kualifikasi Piala Dunia

Kini, menurut berbagai laporan di Inggris, Daily Mail, mantan pelatih Barcelona itu siap membuka babak baru dalam hidupnya.

Guardiola disebut berencana menetap kembali di Barcelona dan tengah mengincar properti mewah senilai £13,5 juta di kota yang membesarkan namanya tersebut.

Keputusan Guardiola pergi menandai akhir dari era paling gemilang dalam sejarah Manchester City.

Sejak tiba pada 2016, pria berusia 55 tahun itu sukses mempersembahkan 17 trofi utama, termasuk gelar Piala FA terbaru usai mengalahkan Chelsea di final.

BACA JUGA:  Benfica Tumbangkan Bayern Munich, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Antarklub sebagai Juara Grup C

Namun kisah Guardiola di Inggris selesai. City. Pep Guardiola masih menjalan satu sisa pertandingan pada Minggu besok, melawan Aston Villa. Kendati menang, City tidak akan bisa mengejar gelar Liga Premier ketujuh.

Di balik layar, manajemen City juga mulai bergerak cepat mencari penerus. Nama Enzo Maresca, mantan staf Guardiola yang juga pernah menangani Chelsea, disebut menjadi kandidat terkuat dan diperkirakan segera diumumkan sebagai manajer baru The Citizens.

Barcelona kini menunggu kepulangan salah satu putra terbaiknya. Dan Manchester perlahan bersiap kehilangan sosok yang telah mengubah klub biru langit itu menjadi kekuatan dominan sepak bola Eropa.(maq)