Seleb  

“The Mummy 4”! Reuni Epik di Bawah Sentuhan Sutradara Horor!

Weisz dan Fraser pernah memenangkan Oscar dalam film The Whale. Foto: via Metro

edisiana.com – Hollywood kembali menggali makam kuno. Brendan Fraser dan Rachel Weisz — pasangan ikonik yang memikat dunia di akhir 90-an lewat The Mummy — dikabarkan akan bersatu kembali untuk film keempat dari waralaba klasik tersebut.

Dan kali ini, bukan sembarang proyek.
Film baru ini akan disutradarai oleh duo horor sensasional Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, otak di balik Ready or Not (2019) dan kebangkitan Scream (2022).

Keduanya, yang tergabung dalam kolektif Radio Silence, siap meniupkan napas baru — atau mungkin kutukan baru — ke dalam kisah petualangan yang telah lama ditunggu para penggemarnya.

BACA JUGA:  Alli Diputus Pacar karena Kecanduan Game Online

Menurut laporan Variety, proyek ini sedang dalam tahap pengembangan aktif, dan sumber-sumber dekat produksi menyebut bahwa Fraser dan Weisz sudah terlibat dalam pembicaraan lanjutan.

Kisah klasik The Mummy pertama kali dirilis pada 1999, menampilkan Fraser sebagai pemburu harta karun karismatik yang tanpa sengaja membangunkan Mesir kuno dengan kekuatan supranatural.

Film tersebut meledak di box office dengan pendapatan global lebih dari $422,5 juta, dan melahirkan dua sekuel: The Mummy Returns (2001) dan The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008).

BACA JUGA:  Perseteruan Dua Bintang PSG Memanas

Kini, setelah lebih dari dua dekade, legenda itu siap dibangkitkan kembali. Fraser, yang baru saja menikmati kebangkitan kariernya lewat The Whale, akan kembali ke akar aksi-petualangan yang membuatnya dicintai publik.

Sementara melansir Metro menyebutkan Weisz, yang dikenal lewat The Constant Gardener dan serial Dead Ringers, dikabarkan tak sabar menjelajahi lagi dunia kuno yang penuh misteri dan kutukan.

BACA JUGA:  Inilah Nama-nama yang Bakal Dijual Chelsea

Universal tampaknya bersiap untuk membangkitkan kembali kejayaan franchise ini — dan dengan Radio Silence di kursi sutradara, para penggemar bisa berharap pada campuran maut antara nostalgia dan teror baru.(maq)