Crystal Palace Gagal Banding, Tergusur dari Liga Europa ke Liga Konferensi

Pemain Crystal Palace meraih gelar pertama Piala Community Shield. Foto: via BBC

edisiana.com – Baru saja meraih trofi Community Shield, Crystal Palace mendapat kabar buruk terkait partisipasi mereka di kompetisi Eropa musim ini. Banding klub atas keputusan degradasi dari Liga Europa ke Liga Konferensi resmi ditolak oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Dengan keputusan ini, Nottingham Forest dipastikan akan mengambil alih tempat Palace di Liga Europa, setelah sebelumnya diumumkan sebagai pengganti oleh UEFA.

Crystal Palace sejatinya lolos ke Liga Europa musim ini usai menjuarai Piala FA. Namun, UEFA menjatuhkan sanksi kepada klub tersebut karena pelanggaran terhadap aturan kepemilikan multi-klub.

BACA JUGA:  Renovasi Molor, Luton Tunda Laga Kandangnya

Melansir BBC, John Textor, pengusaha asal Amerika, diketahui memiliki 43 persen saham Palace hingga akhirnya menjualnya pada Juli lalu.

Ia juga merupakan pemilik mayoritas Olympique Lyon — klub Prancis yang juga lolos ke Liga Europa musim ini.

UEFA sebelumnya memberikan tenggat waktu hingga 1 Maret 2025 bagi Palace untuk menunjukkan bukti restrukturisasi yang memisahkan keterkaitan kepemilikan dengan Lyon.

BACA JUGA:  Peseteruan Sancho dan Ten Hag Kian Memanas

Namun, klub gagal memenuhi batas waktu tersebut, yang berujung pada sanksi pengalihan slot kompetisi Eropa.

Palace sempat mengajukan banding ke CAS pada bulan Juli terhadap keputusan UEFA. Mereka juga menggugat keterlibatan Lyon dan Nottingham Forest dalam kasus tersebut.

Namun, upaya hukum itu akhirnya gagal, dan keputusan akhir mengukuhkan mereka hanya akan tampil di Liga Konferensi Eropa musim 2025/26.(maq)