edisiana.com – Ketegangan internal mewarnai hasil imbang dramatis Nottingham Forest, dengan pemilik klub Evangelos Marinakis turun langsung ke lapangan dan menegur pelatih Nuno Espirito Santo.
Marinakis murka setelah timnya gagal mengamankan kemenangan di laga penting tersebut, terutama karena penanganan situasi penyerang Taiwo Awoniyi yang dianggap membingungkan.
Nuno Espirito Santo menjelaskan bahwa kemarahan sang pemilik muncul akibat ketidakjelasan terkait kondisi Awoniyi.
Forest kebobolan gol penyeimbang Leicester di menit-menit akhir. Taiwo Awoniyi dimasukkan untuk mencari gol kemenangan, namun ia justru mengalami cedera ringan setelah bertabrakan dengan tiang saat mencoba menyambut umpan silang Anthony Elanga.
Setelah beberapa menit dirawat, Awoniyi memberi sinyal bisa melanjutkan, membuat Nuno menahannya di lapangan. Kemudian menggunakan pergantian terakhir untuk mengganti gelandang Elliot Anderson dengan Jota Silva.
Namun, Awoniyi ternyata masih tidak nyaman, sehingga praktis membuat Forest kekurangan tenaga menyerang di detik-detik terakhir laga.
Marinakis yang frustrasi, merasa keputusan itu merugikan tim, langsung menyampaikan kekecewaannya secara terbuka kepada sang pelatih usai pertandingan.
Ketegangan ini menyoroti tekanan besar yang dihadapi klub dalam perjuangan menghindari degradasi, dan memperlihatkan potensi keretakan hubungan antara pemilik dan pelatih.
Namun usai pertandingan Marinakis membela tindakannya. “Kami frustrasi dengan cederanya Taiwo [Awoniyi] dan kesalahan penilaian staf medis tentang kemampuan Taiwo untuk melanjutkan permainan,” ujar dia dinukil dari BBC pada Senin ini.
“Ini wajar saja, ini merupakan wujud nyata gairah kami terhadap klub kami.Hari ini adalah hari untuk merayakan, karena setelah 30 tahun Nottingham Forest kini terjamin akan berkompetisi di pentas Eropa. Sekali lagi – sebuah janji yang saya buat kepada para pendukung kami saat kami meraih promosi,” tutur pengusaha Yunani itu.
“Dengan dua pertandingan tersisa di Liga Primer, kami harus terus percaya dan terus bermimpi, hingga tendangan terakhir di pertandingan terakhir,” tutupnya.(maq)










