edisiana.com – Como masih masih susah untuk menaklukkan AC Milan. Dalam duel Kamis malam di Stadio Giuseppe Sinigaglia, pasukan Massimiliano Allegri kembali menunjukkan mental tim besar dengan kemenangan 3-1 atas Como racikan Cesc Fàbregas.
Rossoneri pulang dengan tiga poin emas yang memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di laga tandang menjadi sepuluh pertandingan—sebuah angka yang berbicara banyak tentang konsistensi dan karakter.
Namun jalan Milan sama sekali tidak mulus. Como tampil berani dan terorganisir sepanjang 45 menit pertama. Intensitas tinggi tuan rumah berbuah gol pembuka lewat Kemf, membuat publik Sinigaglia bermimpi akan kejutan besar.
Milan sempat goyah, tetapi tidak panik. Inilah Milan yang dingin dan mematikan. Dengan efisiensi khas tim penantang gelar, mereka membalikkan keadaan lewat penyelesaian klinis di babak kedua.
Adrien Rabiot menjadi pusat cerita malam itu—dua golnya bukan hanya menentukan hasil, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang dominasinya di lini tengah.
Saat Como mencoba bangkit, Milan memukul telak. Christopher Nkunku menutup laga dari titik penalti, memastikan kemenangan sekaligus menjaga tekanan penuh terhadap Inter di puncak klasemen Serie A.
Milan mungkin tidak selalu spektakuler, tetapi mereka tahu kapan harus menggigit. Dan dalam perburuan Scudetto, itu sering kali sudah lebih dari cukup.(maq)











