edisiana.com – Terlepas nanti dari keberhasilan Ange Postecoglou membawa Tottenham Hotspur menjuarai Liga Europa, tekanan dari performa buruk di Liga Primer tampaknya menjadi faktor utama yang mengancam masa depannya.
Kekalahan ke-18 musim ini dan hanya satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir menempatkan Spurs dalam posisi sulit, meskipun mereka telah pulih dari badai cedera.
Situasi ini cukup ironis—Postecoglou sempat dianggap membawa angin segar dengan gaya permainan menyerangnya dan optimisme soal trofi, namun hasil di liga domestik justru menjadi batu sandungan.
Ketidakpastian soal masa depannya memang masuk akal, terutama karena Tottenham dikenal tidak segan mengganti manajer saat performa tidak sesuai ekspektasi.
“Saya tidak tahu, saya tidak memikirkan hal-hal itu. Yang saya tahu adalah saya memiliki kesempatan untuk mencapai empat besar turnamen besar dan di situlah fokus saya,” ujar Ange Postecoglou menjawab tentang masa depannya dinukil dari MetroSports, pada hari ini.
Kemunculan nama Andoni Iraola dan Marco Silva sebagai kandidat pengganti juga menunjukkan bahwa klub tengah bersiap melakukan perubahan.
Iraola, khususnya, dianggap sebagai sosok muda dan progresif yang cocok untuk membangun proyek jangka panjang.(maq)











