edisiana.com – Kanada memetik kemenangan adu penalti 4-3 atas Venezuela pada Sabtu ini untuk mencapai semifinal Copa América. Mereka akan bertemu Argentina yang seharis sebelumnya menang 4-2 lawan Ekuador.
Kanada, yang hanya mencetak satu gol dalam tiga pertandingan penyisihan grup, memulai pertandingan dengan urgensi yang tidak seperti biasanya. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-13. Saat Jacob Shaffelburg mengarahkan umpan silang Jonathan David.
Usai mencetak gol, Shaffelburg mengangkat jersey rekan setimnya Tajon Buchanan yang mengalami patah kaki saat latihan pekan ini.
Pasukan Jesse Marsch menyia-nyiakan beberapa peluang untuk memperbesar keunggulan mereka di babak pertama. Shaffelburg sempat menguji kiper Rafael Romo dari tepi kotak penalti, sementara upaya David melebar dari tiang gawang setelah berhasil melewati satu lawan satu.
Venezuela menekan untuk mencetak gol dan memiliki lebih banyak penguasaan bola. Tapi sebagian besar terbatas pada umpan silang spekulatif dan tembakan dari jarak jauh.
Dengan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Salomón Rondón dua kali melakukan penyelamatan dari Crepeau.
Tendangan pemain Kanada Cyle Larin dari jarak dekat melambung di atas mistar pada menit ke-52. Dua menit kemudian, bola pantul jatuh di kaki pemain Venezuela José Martínez di area penalti di sisi lain, namun usahanya juga melambung.
Venezuela akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui Rondon, yang melihat pemain Kanada Crepeau keluar dari garis gawangnya dan melakukan tendangan lob yang berani melewati kiper yang berebut itu ke gawang yang kosong.
Itu merupakan gol ke-44 mantan striker Everton dan Newcastle United itu untuk Venezuela.
Kanada merespon dengan baik gol penyeimbang tersebut dan tendangan pemain pengganti Liam Millar dari sudut sempit berhasil diselamatkan pada menit ke-67.
Lalu Tani Oluwaseyi melepaskan dua tembakan yang melewati mistar gawang dalam rentang waktu empat menit. Namun tidak ada tim yang mampu mencetak gol kemenangan di waktu normal.
Dengan kedudukan seimbang lalu dilanjutkan dengan adu penalti. Sayang, tendangan penalti Wilker Ángel diselamatkan oleh Maxime Crepeau dalam adu penalti.
Kemudian Ismael Kone mengubur penalti kemenangan untuk mengirim Kanada lolos. “Emosi memuncak, saya sangat bahagia untuk semua orang yang mendukung kami,” Crepeau, seperti dilansir ESPN pada hari ini.
“Ini merupakan kerja keras dan sekarang kami mendapatkan buah dari kerja keras kami. Sungguh luar biasa bisa berada di semifinal Copa América,” ujarnya menambahkan.
Kanada akan menghadapi Argentina di New Jersey pada hari Selasa pekan depan untuk mendapatkan kesempatan bermain di final 14 Juli.
Semifinal akan menjadi pertandingan ulang dari pertandingan pembuka turnamen, di mana juara bertahan Argentina mengklaim kemenangan 2-0. Dan ini jadi momen Kanada untuk membalas kekalahan tersebut.(maq)








