edisiana.com – Charles Leclerc sangat emosional mengakhiri ‘kutukan Monaco’ dengan mengklaim kemenangan mengesankan di grand prix kandangnya pada Minggu kemarin.
Bintang Ferrari itu telah dilanda nasib buruk di balapan kandangnya. Bahkan sebelum melakukan debutnya di Formula 1, dia kehilangan dua peluang fantastis untuk menang pada tahun 2021 dan 2022.
Tapi setelah mengambil posisi terdepan di sirkuit jalanan Monte Carlo pada hari Sabtunya, dia memimpin dari depan dan tidak pernah benar-benar diganggu oleh McLaren dari Oscar Piastri yang finis kedua di depan Ferrari lainnya dari Carlos Sainz .
Seperti yang dikhawatirkan, ini adalah balapan prosesi mengingat trek yang sempit tidak memungkinkan untuk banyak menyalip. Meskipun startnya kacau, dengan tiga kecelakaan lap pertama, termasuk satu kecelakaan antara Esteban Ocon dan Pierre Gasly di Alpen.
Pertarungan besar antara Sergio Perez dari Red Bull dan Kevin Magnussen dari Haas dan Nico Hulkenberg menandai balapan selama 45 menit.
Ini merupakan kemenangan pertama Leclerc sejak Austria 2022, yang keenam dalam kariernya di F1. Dan yang kedua bagi Ferrari pada tahun 2024 setelah kemenangan Sainz di Australia.
Pembalap berusia 26 tahun itu adalah orang Monegasque pertama yang memenangkan balapan kandangnya di era F1. Makanya emosi memuncak, dengan Leclerc menjerit kegembiraan dan kelegaan melalui radio tim.
“Malam ini akan menjadi malam yang besar. Tidak ada kata-kata yang dapat menjelaskan hal itu. Ini balapan yang sulit, saya pikir faktanya dua kali saya start dari posisi terdepan dan kami tidak bisa membuatnya menjadi lebih baik lagi,” kata Leclerc dikutip dari MetroSports pada hari ini.
“Jelas itu sangat berarti. Balapan itulah yang membuat saya bermimpi menjadi pembalap Formula 1 suatu hari nanti,” imbuhnya.
Ia mengaku emosi muncul setelah lap menjelang akhir. “Ayahku telah memberikan segalanya agar aku bisa berada di sini dan merupakan impian kami untuk bisa balapan di sini dan menang di sini, jadi sungguh sulit dipercaya,” tutur dia.
Ayah Leclerc, Herve, meninggal pada tahun 2017 tak lama sebelum diumumkan bahwa putranya akan membalap di F1.(maq)











