Mimpi Maroko Terhenti di Al Bayt

Theo Hernandez merayakan golnya.Foto: Getty

Bola, edisiana.com Perjalanan Maroko mengejar mimpi terhenti di Stadion Al Bayt pada Kamis dini hari tadi. Yang menghentikan mantan penjajahnya, Prancis 0-2 di semifinal Piala Dunia Qatar. 

Prancis unggul dulu dalam pertandingan semifinal ini. Saat lima menit babak pertama berjalan kedua tim melakukan perebutan bola di area penalti. 

Pucuk dicinta ulam pun Tina. Bolanya jatuh ke Hernandez dekat tiang belakang. Lantas dia pun melakukan tendangan voli melewati Yassine Bounou.

Tim Afrika utara itu terpukul oleh cedera pada bek tengah utama mereka dengan pertaruhan Nayef Aguerd di starting line-up gagal keluar karena cedera hamstringnya saat pemanasan. Sementara kapten Romain Saiss harus keluar setelah 20 menit. 

BACA JUGA:  City Jumpa Southampton, Leeds Tantang Chelsea di Wembley

Tendangan overhead berani Jawad El Yamiq hampir membuat Maroko menyamakan kedudukan di akhir babak pertama. 

Namun Lloris hanya menepis bola dari bahaya saat Prancis mempertahankan keunggulan 1-0 mereka.

Maroko tampil menyerang setelah turun minum. Sayang Yahya Attiat-Allah menyia-nyiakan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. 

Lantaran mereka menghabiskan sebagian besar 10 menit pertama babak kedua di ujung lapangan pertahanan Prancis.

Lari Kylian Mbappe melalui ruang sempit di area penalti Maroko menghasilkan gol kedua Prancis. Kala bintang PSG itu menggiring bola ke arah gawang dan kemudian Kolo Muani menggandakan keunggulan. 

BACA JUGA:  Habis Cetak Gol Indah, Messi Kecapekan

Gol Muani itu menghancurkan dongeng Marako merebut final pertamanya. Dan sekaligus gol tercepat ketiga oleh pemain pengganti dalam sejarah Piala Dunia saat Les Bleus membukukan pengembalian ke final.

“Kami memberikan yang maksimal, itu yang paling penting, “ kata Waldi Reragui, pelatih Maroko dinukil dari ESPN pada Kamis ini. 

Menurutnya, Maroko mengalami beberapa pemain cedera, seperti kehilangan Aguerd saat pemanasan, Saiss di babak pertama. 

“Kami membayar kesalahan sekecil apa pun. Kami tidak memasuki permainan dengan baik, kami memiliki terlalu banyak pemborosan teknis di babak pertama. Dan gol kedua membunuh kami. Tapi itu tidak menghilangkan semua yang kami lakukan sebelumnya,” tambahnya menjelaskan.(maq)