edisiana.com – Benfica tampil superior saat menjamu St. Gallen di Estádio da Luz, Lisbon, Portugal, Jumat dini hari WIB. Klub asal Portugal itu berpesta lima gol tanpa balas untuk memastikan tiket ke babak kualifikasi ketiga Liga Europa dengan keunggulan agregat 6-2.
Penyerang Benfica, Vangelis Pavlidis, menjadi bintang lapangan setelah mencetak hattrick dalam kemenangan telak tersebut.
Benfica langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Hasilnya, tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-11. Pavlidis memanfaatkan umpan Rafa di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras ke arah tengah gawang yang gagal diantisipasi kiper St. Gallen, Watkowiak.
Setelah gol pembuka, Benfica sempat kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu. St. Gallen mampu bertahan disiplin sehingga skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Benfica kembali meningkatkan intensitas serangan. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-55 ketika Pavlidis mencetak gol keduanya. Menerima umpan Jakub Kaminski, striker asal Yunani tersebut melepaskan tembakan ke sudut kanan bawah gawang.
Petaka kemudian menghampiri St. Gallen dua menit berselang. Jozo Stanic menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Unggul jumlah pemain membuat Benfica semakin leluasa menekan. Pavlidis melengkapi trigolnya melalui sundulan dari jarak dekat memanfaatkan umpan Alexander Bah. Gol sempat dianulir karena diduga offside, namun setelah ditinjau melalui VAR, wasit mengesahkan gol tersebut.
Pavlidis kembali menambah koleksi golnya pada menit ke-74. Kali ini dia sukses mengeksekusi tendangan penalti dengan sepakan kaki kanan yang mengarah ke sudut kanan atas gawang.
Clément Lenglet kemudian menutup pesta gol Benfica menjelang laga usai. Berawal dari sepak pojok Dodi Lukébakio, Lenglet menyambut bola dan mengarahkannya ke sudut kiri bawah gawang untuk memastikan kemenangan 5-0.
Hasil tersebut membawa Benfica melaju ke babak kualifikasi ketiga Liga Europa dengan keunggulan agregat 6-2. Sebaliknya, St. Gallen harus mengakhiri perjuangannya setelah tersingkir dari kompetisi.(maq)
