edisiana.com – Ousmane Dembélé tengah menjadi sorotan sebagai kandidat kuat peraih Ballon d’Or tahun ini, berkat penampilan gemilangnya bersama Paris Saint-Germain dan status sebagai top skor tim. Namun, pemain asal Prancis itu menegaskan bahwa ambisinya bukan pada gelar individu, melainkan membawa PSG meraih trofi Liga Champions pertama mereka.
“Ketika Anda bermain untuk PSG, yang terpenting adalah membawa pulang trofi seperti Liga Champions,” ujar Dembélé dinukil dari ESPN pada Sabtu ini.
Meski peluang meraih penghargaan individu tertinggi di dunia sepak bola terbuka lebar, Dembélé memilih untuk memprioritaskan kesuksesan tim.
“Saya fokus pada tim, bukan trofi individu. Ballon d’Or memang ada di pikiran saya, tapi prioritas saya adalah tim,” tambahnya.
Dembélé menyebut bahwa dirinya dan rekan-rekan setim sudah mengubah pola pikir menjadi mental juara, dengan target meraih treble winner musim ini.
“Inter adalah tim yang hebat dan layak lolos ke final. Mereka kuat secara fisik, tahu bagaimana bertahan dan menyerang. Kami akan menghadapi lawan yang tangguh,” kata mantan pemain Barcelona itu.
Ia pun menegaskan bahwa final Liga Champions adalah impiannya sejak kecil.
“Saya sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk final ini. Sejak kecil, saya bermimpi bisa bermain di pertandingan sebesar ini,” ungkapnya.
Dembélé bergabung dengan PSG dari Barcelona pada musim panas 2023. Kehadirannya menjadi jawaban atas kekosongan yang ditinggalkan Kylian Mbappé, yang hijrah ke Real Madrid, menyusul dua mantan bintang PSG lainnya, Lionel Messi dan Neymar.
Kini, PSG tak lagi bertumpu pada trio bintang, melainkan tampil sebagai sebuah unit yang kuat dan kolektif.
“Ini tentang menjadi sebuah tim, bukan sekelompok individu,” tegas kapten PSG, Marquinhos.
“Saya jatuh cinta dengan tim ini. Merupakan suatu kebanggaan menjadi bagian dari skuad ini,” tambahnya.
Jika PSG berhasil memenangkan final di Munich, mereka akan menjadi klub Prancis pertama yang menjuarai Liga Champions sejak Olympique Marseille pada 1993. Trofi ini juga akan menjadi buah manis dari investasi besar Qatar Sports Investments yang telah mengakuisisi mayoritas saham PSG sejak 2011.
Satu-satunya penampilan final PSG sebelumnya terjadi pada tahun 2020, namun saat itu mereka harus puas sebagai runner-up setelah dikalahkan Bayern Munich.
Kini, sejarah ada di depan mata. PSG hanya tinggal satu kemenangan lagi untuk menuliskan babak baru dalam sejarah klub dan sepak bola Prancis.(mag)
