Bola  

Jelang Duel Le Classique, Enrique Berharap Mbappe Bertahan di PSG

Menjelang kepindahannya ke Madrid, Kylian Mbappe sering duduk di bangku cadangan. Tapi Enrique berharap tidak hengkang musim ini. Foto: via ESPN

edisiana.com – Luis Enrique  masih berharap Kylian Mbappé bisa berubah pikiran. Lalu tetap bersama klub Paris Saint-Germain.

Mbappé telah memutuskan untuk bergabung dengan Madrid setelah kontraknya dengan PSG habis. Namun  Madrid dan Mbappé sedang melakukan pembicaraan, dan belum ada kesepakatan.

Menjelang pertandingan mereka melawan rivalnya Marseille pada malam nanti, Luis Enrique mengatakan dia belum menyerah pada gagasan pemain Prancis itu bertahan di Paris.

Ditanya apakah fakta bahwa ini akan menjadi kesempatan terakhir Mbappé untuk bermain di  akan mempengaruhi susunan pemain awalnya,

Bos PSG, Luis Enrique mengelak pertandingan Le Classique akan menjadi laga terakhir Mbappe.

BACA JUGA:  Asisten Wasit Pingsan Karena Suhu Panas 93 Derajat

“Mengapa ini akan menjadi derby terakhirnya? Saya, saya selalu berharap Kylian bisa berubah pikiran. Da belum mengatakan apa pun untuk saat ini. Dia bisa berubah pikiran,” kata Enrique dinukil dari ESPN pada Ahad ini.

“Bayangkan jika kami memenangkan empat trofi musim ini dan Kylian Mbappé memutuskan pada menit terakhir bahwa dia ingin bertahan di Paris. Kenapa tidak, kita lihat saja nanti,” tambah mantan pelatih Barcelona itu.

Enrique belum bisa memastikan tidak memainkan Mbappé saat melawan Marseille. Mengingat di pertandingan lain melawan Nantes dan Rennes, dia mengistirahatkan bintangnya tersebut.

BACA JUGA:  Manajer Dortmund dan Atletico Saling Memuji

“Segala sesuatu mungkin terjadi dalam hidup. Yang saya sadari adalah pentingnya  Le Classique bagi suporter kami, bagi klub, dan rivalitas bersejarah ini,” tutur Enrique.

Ia melanjutkan keinginan dirinya semua berjalan dengan baik, ada tontonan pertandingan sepak bola yang sangat bagus antara dua tim yang bagus.

“Tujuan kami adalah memenangkan pertandingan ini melawan rival abadi kami. Sebagai manajer tim, saya harus membuat keputusan dan memikirkan apa yang saya inginkan. Tentunya apa yang anggap yang terbaik untuk tim,” jelasnya lagi.

BACA JUGA:  Manajer Liverpool Sebut Kandidat Juara Champions Tapi Ogah Favoritkan PSG

Menurut dia,  PSG pergi ke Marseille untuk menjadi kompetitif dan memberikan kegembiraan besar kepada pendukung.(maq)