Kisah Legenda Bola Maradona (Bagian-3): Karirnya Merosot setelah Berantem Sama Pelatih

1046

Bola, edisiana.com – Masa emasnya berakhir singkat. Maradona terbawa gaya hidup bebas. Ia terlibat narkoba dan wanita. Menyebabkan ia dijatuhi hukuman 15 bulan dilarang main sepakbola. Napoli lantas memutuskan kontrak pamain Argentina tersebut.

Si Bocah Emas itu lalu hijrah ke Spanyol. Kali ini di Sevilla. Di klub tersebut Si Bulu Halus dikontrak selama satu musim 1992-1993. Dengan banderol 4,68 juta poundsterling. Zaman tahun 1992 itu, Marseille dan Real Madrid juga mengincar Maradona.

Tapi Si Pelusa tak bernasib baik. Kondisi tubuh yang sudah gemuk dan ditambah sudah setahun lebih tak bermain, membuat dia tidak lincah lagi dalam menggiring bola. Bahkan sebelum dipecat ia sempat berduel dengan bos Sevilla, Carlos Bilardo.

BACA JUGA:  Manchester United Menang dengan Kontraversi

Waktu itu Sevilla sedang berlaga di markas Burgos CF. Pada babak kedua Bilardo memutuskan menarik Maradona di menit ke 55. Karena kontribusinya minim. Gocekan maut yang biasa ia tunjukkan untuk membuat lawan terlihat bodoh malah berbalik kepadanya. Ia juga terlihat kikuk sepanjang laga.

Pemain berbadan gempal itu pun murka. Pas di ruang ganti perkelahian tak terelakkan lagi. Maradona dan Bilardo terlibat duel. Manajemen Sevilla langsung memecat Maradona yang kontrak menyisakan sebulan.

Ini akhir karir Si Bocah Emas terburuk di berbagai klub profesional. Setelah kejadian tersebut, kariernya terus merosot. Tak ada lagi kesuksesan. Ia sempat menjajal nasib di Newell’s Old Boys. Tapi permainannya tidak berkembang. Maradona akhirnya kembali ke Boca Juniors.

BACA JUGA:  Chelsea Kalah karena Suka Kehilangan Bola

Pada Piala Dunia 1994, Maradona tidak bisa melanjutkan membela Timnas Argentina. Ia kedapatan konsumsi efedrin, obat terlarang. Dia diskors. Tapi akhirnya Maradona mengundurkan diri sebagai pemain bola di malam ulang tahunnya.

Tapi pada 2008 malahan Maradona ditunjuk sebagai pelatih Timnas Argentina. Dan berhasil membawa Lionel Messi dkk ke perempat final Piala Dunia 2010.

Pemain dengan tinggi 165 cm berhenti melatih Timnas. Dia tidak mau memperpanjang kontrak. Maradona justru memilih melatih klub Uni Emirat Arab Al Wasl setahun kemudian. Namun, di klub itu Maradona tak sukses. Bahkan akhirnya dipecat. Terakhir karir sebagai manajer klub, Maradona melatih Dorados de Sinaloa dari Meksiko pada 2018.

BACA JUGA:  Conte Langsung Minta Pemain Baru, Ini Daftarnya

Salah satu sahabatnya, Jorge Valdano, mengatakan bahwa Maradona adalah seseorang yang ingin ditiru banyak orang. Sosok kontroversial, dicintai, dibenci, yang menimbulkan pergolakan besar, terutama di Argentina.

“Kehidupan pribadinya adalah sebuah kesalahan. Maradona tidak memiliki rekan-rekan di dalam lapangan, tetapi dia telah mengubah hidupnya menjadi sebuah pertunjukan, dan menjalani cobaan pribadi yang tidak boleh ditiru,” kata Jorge Valdano, dikutip El Mundo seperti dilansir Libero.

Kini legend bola itu telah pergi pada 25 November 2020. Pada usia 60 tahun 26 hari. Piala Dunia di Mexico jadi saksi kehebatannya. Dan gol Si Tangan Tuhan tetap jadi sejarah terindah untuk olahraga bola. Adios Maradona.(maq /habis)

BAGIKAN