edisiana.com – Leicester City menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan mengakhiri awal tak terkalahkan Birmingham City di Championship musim ini. Bermain di Stadion King Power, The Foxes meraih kemenangan layak yang membawa mereka naik ke posisi ketiga klasemen sementara.
Birmingham datang ke laga ini dengan percaya diri usai meraih tujuh poin dari tiga laga awal mereka. Namun, mereka kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama dan terus berada di bawah tekanan.
Pelatih Leicester, Marti Cifuentes, kembali mencadangkan gelandang Maroko Bilal El Khannouss untuk pertandingan kedua berturut-turut di tengah spekulasi transfer sang pemain yang terus berkembang menjelang penutupan bursa transfer Senin mendatang.
Leicester langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Kesalahan Ethan Laird dan Paik Seung-ho di lini belakang Birmingham dimanfaatkan Louis Page yang kemudian mengirimkan umpan matang kepada Abdul Fatawu. Pemain asal Ghana itu mencetak gol pembuka dengan tendangan kaki kiri yang akurat.
Birmingham hampir menyamakan kedudukan 10 menit jelang akhir pertandingan ketika Laird mendapat peluang emas dari jarak dekat. Namun, upaya tersebut digagalkan oleh penyelamatan luar biasa kiper Leicester, Jakub Stolarczyk.
Leicester akhirnya mengunci kemenangan lewat gol menit akhir yang dicetak Ricardo Pereira. Gol tersebut bermula dari umpan indah pemain muda berusia 16 tahun, Monga, yang tampil sebagai pemain pengganti dan langsung mencuri perhatian.
Sebelumnya, Pereira sempat menjadi sorotan karena lolos dari kartu merah usai melakukan tekel keras terhadap pemain Birmingham, Kyogo Furuhashi. Akibat pelanggaran itu, Furuhashi terpaksa ditarik keluar lapangan dengan cedera.
Ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun bagi Birmingham di semua kompetisi, setelah tersingkir dari Piala Carabao oleh klub League One, Port Vale, pada tengah pekan lalu. Kekalahan ini juga membuat mereka turun ke posisi ketujuh klasemen sementara.
Sementara itu, Leicester kini mencatatkan empat kemenangan kandang berturut-turut di liga untuk pertama kalinya sejak April 2024.
“Saya senang dengan hasil ini, karena tidak pernah mudah untuk memenangkan pertandingan sepak bola,” kata pelatih Marti Cifuentes usai laga, dikutip dari BBC.
“Kami bermain melawan tim yang sangat bagus dan mereka membuat segalanya tidak mudah,” imbuhnya.(maq)
