edisiana.com – Maroko kembali menulis sejarah. Singa Atlas sekali lagi menumbangkan salah satu kekuatan besar Eropa lewat drama adu penalti di Piala Dunia. Kali ini, Belanda menjadi korban setelah takluk 3-2 dari titik putih dalam laga yang berlangsung penuh tensi.
Empat tahun setelah menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti di Qatar, Maroko kembali mengulang kisah yang nyaris identik. Tim wakil Afrika itu menunjukkan mental baja untuk kembali memulangkan raksasa UEFA dan menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan baru di sepak bola dunia.
Maroko tampil lebih berbahaya sejak babak pertama. Anak asuh mereka menciptakan sejumlah peluang emas, tetapi penampilan gemilang Bart Verbruggen di bawah mistar membuat skor tetap imbang hingga turun minum.
Meski sempat berada di bawah tekanan, Belanda justru membuka keunggulan melalui Cody Gakpo. Gol tersebut tampak cukup untuk mengantar Oranje melaju ke babak berikutnya.
Namun, Maroko belum menyerah. Pada menit pertama masa tambahan waktu, Diop muncul sebagai pahlawan lewat sundulan akurat yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Extra time berlangsung ketat dengan minim peluang berbahaya dari kedua tim.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Teun Koopmeiners membawa Belanda unggul lebih dulu, tetapi kegagalan Justin Kluivert dan Jurrien Timber, ditambah penyelamatan krusial Yassine Bounou atas tendangan Crysencio Summerville, mengubah arah pertandingan.
Kesempatan memastikan kemenangan berada di kaki Ismael Saibari. Gelandang Maroko itu menjalankan tugasnya dengan sempurna dari titik putih untuk mengunci kemenangan 3-2 sekaligus memastikan langkah Singa Atlas ke babak 16 besar.
Maroko kini akan menghadapi tuan rumah bersama, Kanada, di Houston pada 4 Juli dalam upaya melanjutkan perjalanan impresif mereka di Piala Dunia.(maq)









