edisiana.com – Nottingham Forest menutup fase liga Liga Europa dengan sebuah pernyataan keras. Tim asuhan Sean Dyche berpesta gol dan menghancurkan Ferencváros 4-0 di City Ground. Malam Eropa berubah menjadi panggung kekuasaan Forest.
Pertandingan Kamis malam itu langsung condong ke satu arah sejak menit ke-17.
Tekanan Forest memaksa kesalahan fatal: umpan silang Ryan Yates berakhir tragis bagi Ferencváros ketika Bence Otvos membelokkan bola ke gawangnya sendiri. City Ground meledak.
Empat menit berselang, Forest menggandakan keunggulan. Jesus, sang predator, muncul di tiang jauh dan menuntaskan peluang dengan dingin. Gol ke-10 musim ini—dan pertanda bahwa malam itu adalah miliknya.
Babak kedua baru saja dimulai ketika Jesus kembali menusuk. Pergerakan sempurna, timing tanpa cela, lalu tembakan mematikan yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Gol ke-11 musim ini. Harapan comeback Ferencváros? Lenyap. Forest belum selesai.
Dominasi mereka ditutup dengan gol keempat lewat titik putih. James McAtee, yang tampil gemilang sepanjang laga, maju sebagai eksekutor dan tak menyia-nyiakan kesempatan setelah Otvos kembali bersalah—kali ini menjatuhkan Dan Ndoye di kotak terlarang. Skor akhir 4-0. Tanpa ampun. Tanpa kompromi.
Kini Forest menatap undian play-off fase gugur Liga Europa yang akan digelar Jumat, 30 Januari. Potensi lawan berat menanti: Fenerbahce atau Panathinaikos.
Sean Dyche, sang arsitek kemenangan, menegaskan bahwa ini lebih dari sekadar skor. “Ini bukan hanya tentang angka di papan skor. Ada perasaan di baliknya,” ujarnya dikutip dari BBC pada hari ini.
“Saya ingin tim ini tampil sebagai satu kesatuan. Ini langkah berikutnya—dan ini langkah yang baik,” imbuhnya.(maq)
