edisiana.com – Riyad Mahrez kembali mengenakan jubah pahlawan. Dengan satu sentuhan kelas dunia, kapten Aljazair itu memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menundukkan Burkina Faso 1-0 di Rabat.
Aljazair akhirnya memutus kutukan dua turnamen terakhir yang selalu berakhir di fase grup. Kuncinya? Ketenteraman dan kecerdikan Mahrez di babak pertama.
Mantan bintang Manchester City itu tanpa ampun menghukum pelanggaran ceroboh Ismahila Ouedraogo, lalu menuntaskannya dengan sepakan rendah ke sudut gawang. Herve Koffi hanya bisa terpaku—tersihir oleh kualitas murni.
Ini bukan malam pertama Mahrez bersinar. Setelah dua golnya saat membantai Sudan 3-0 di laga pembuka, winger eks Leicester City itu sekali lagi menunjukkan mengapa ia masih menjadi poros Les Fennecs.
Burkina Faso tak tinggal diam. Pierre Kabore dua kali mengirim ancaman serius sebelum jeda, memaksa lini belakang Aljazair bekerja ekstra.
Tekanan berlanjut di babak kedua, The Stallions menggempur tanpa henti—namun ironisnya, baru mencatatkan percobaan tepat sasaran pada menit ke-82.
Di sisi lain, Koffi justru sibuk luar biasa. Kiper Burkina Faso itu berkali-kali tampil heroik, menggagalkan serangan balik cepat Aljazair yang nyaris memperlebar keunggulan.
Peluit akhir memastikan segalanya: Aljazair berdiri gagah di puncak Grup E dengan enam poin. Sementara menurut BBC, Burkina Faso dan Sudan harus puas berbagi tiga poin.(maq)










