Oxford United Tekan Gas, Jinakkan Ipswich dalam Duel Panas ala Championship

Harris merayakan gol kemenangan untuk Oxford United. Foto: via BBC

edisiana.com – Oxford United akhirnya mencium manisnya kemenangan kandang ketika menaklukkan tamunya, Ipswich Town, dengan skor tipis 2-1 pada Sabtu dini hari. Laga ini terasa seperti sebuah pernyataan keras dari tim Gary Rowett: jangan pernah remehkan tim yang tersudut.

Sejak peluit pertama, Ipswich langsung mengambil alih bola, menguasai teritorial, dan menggiring Oxford masuk ke sarangnya sendiri. Tetapi dominasi tanpa efektivitas sama saja nihil.

Tractor Boys tampak bertenaga, namun tak sanggup merobek pertahanan lawan dengan peluang bersih.

Justru Oxford yang menusuk terlebih dahulu pada menit ke-24. Serangan cepat, bola liar, dan insting tajam—Mark Harris menjadi aktornya. Tembakan awalnya diblok, tetapi bola memantul kembali kepadanya.

BACA JUGA:  Inter Tergelincir di Kandang Sendiri

Tanpa ragu, Harris menyundul bola muntah itu ke gawang dan meledakkan Kassam Stadium.

Oxford sempat mencoba menggandakan keunggulan lewat sepakan jarak jauh Will Vaulks, tetapi Christian Walton masih sigap mengamankan gawang Ipswich.

Meski hanya 26 persen penguasaan bola, The U’s bermain penuh disiplin dalam blok rendah, menunggu momen tepat untuk mencuri napas serangan balik.

Dan yang terpenting: mereka tak membiarkan Ipswich melancarkan counter ketika menyerang. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Ipswich akhirnya menemukan celah. Dari sepak pojok Marcelino Nunez, bola melayang ke tepi kotak penalti.

BACA JUGA:  AC Milan Libas Liverpool 4-2 di Hong Kong

Leif Davis menyambutnya dengan tendangan voli kaki kiri yang keras dan presisi, mengirim bola ke sudut bawah gawang. 1-1, tensi laga kembali memanas.

Namun Oxford menolak tunduk. Mereka menyalakan mode all-in. Serangan balik cepat diluncurkan, Brian De Keersmaecker mengirim umpan terukur kepada Przemyslaw Placheta.

Dengan sentuhan halus di sisi dalam, Placheta menusuk, menipu Walton di tiang dekat, dan boom!—2-1 untuk tuan rumah.

Oxford, yang baru mengoleksi tiga kemenangan sepanjang musim, akhirnya mampu merayakan tiga poin penuh dan tetap bertahan di posisi 19 Championship.

Sementara Ipswich, yang datang dengan ambisi besar, harus pulang dengan tangan hampa dan tetap bertengger di posisi kelima.

BACA JUGA:  MU dan Barcelona Murka

Pertandingan ini mungkin tidak dimenangkan melalui keindahan permainan, tetapi melalui karakter. Dan malam itu, karakter Oxford United bersinar paling terang.(maq)