Bola, edisiana.com – Secara mengejutkan seluruh dewan direksi Juventus serentak mengundurkan diri. Bahkan presiden Andrea Agnelli dan wakil presiden Pavel Nedved ikut-ikutan mundur dari jabatannya.
Dewan direksi itu adalah Laurence Debroux, Massimo Della Ragione, Katryn Fink, Daniela Marilungo, Francesco Roncaglio, Giorgio Tacchia dan Suzanne Keywood, serta Agenlli, Nedved dan Arrivabene.
Direktur pelaksana Maurizio Arrivabene akan tetap bertanggung jawab atas tugas administratifnya meski juga mengundurkan diri, dengan klub sampai memasuki periode transisi.
Keputusan untuk eksodus massal dari dewan direksi dibuat atas usul presiden Agnelli. Mereka setuju bahwa demi kepentingan terbaik klub untuk mengambil alih grup eksekutif baru di Juventus.
Agnelli menulis surat kepada semua karyawan Juventus dan mengumumkan hasil luar biasa termasuk pembangunan stadion Allianz, serta sembilan gelar liga berturut-turut untuk tim pria dan lima berturut-turut untuk tim wanita.
Dia juga berbicara tentang penampilan final Liga Champions di Berlin dan Cardiff. “Kita sedang menghadapi momen sulit di masyarakat. Lebih baik membiarkan semua orang bersama, memberikan kemungkinan kepada tim baru,” katanya seperti dinukil dari Dailymail pada hari ini.
Menurut media Italia, keputusan mundur serentak dewan direksi itu karena ada hasil temuan penyelidikan Prisma yang dibuka oleh Kantor Kejaksaan Umum Turin.
Namun pada Selasa, 25 Oktober klub membantah melakukan kesalahan setelah tuduhan temuan itu dan manipulasi pasar menyusul penyelidikan atas laporan keuangan klub.
Juventus tetap yakin telah bertindak sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang mengatur penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi dan sejalan dengan praktik internasional dalam industri sepak bola,” dalam pernyataan klub.
Jaksa Penuntut Turin telah menuduh bahwa klub salah mengartikan kerugian finansial pada periode 2018-20, dengan jaksa menyelidiki jumlah yang dianggap berasal dari penjualan pemain.
Klub dikendalikan oleh Exor, yang merupakan perusahaan induk untuk keluarga Agnelli. Dan mantan presiden klub merupakan salah satu pendorong utama di balik kegagalan proyek Liga Super Eropa sebagai wakil ketua kompetisi.(maq)
