Robot AI Resepsionis Dokter Lebih Cepat 10 Kali Lipat dari Manusia

Ilustrasi robot resepsionis. Foto: Nippon

edisiana.com – Sekarang pasien dapat memesan janji temu dokter melalui resepsionis robot dengan rencana menggunakan kecerdasan buatan ( AI ) untuk membuat NHS lebih efisien.

Sistem seperti itu dianggap 10 kali lebih cepat daripada manusia, dan lebih murah.

Perangkat lunak AI juga dapat tersedia bagi dokter untuk menyalin catatan mereka, untuk memberikan hasil tes dan menganalisis rujukan, seperti yang disarankan hari ini. 

Panggilan untuk memanfaatkan teknologi perintis datang sebagai bagian dari rencana tenaga kerja NHS yang telah lama ditunggu-tunggu, yang akan dirilis secara penuh akhir pekan ini.

Rishi Sunak mengatakan cetak biru itu akan menjadi salah satu pengumuman terpenting dalam sejarah NHS.

Perdana Menteri mengatakan rencana itu akan mengurangi ketergantungan kita pada staf asing, sekaligus membantu mengatasi daftar tunggu NHS yang kronis.

Batas tempat sekolah kedokteran saat ini akan digandakan dari 7.500 di Inggris menjadi 15.000, memungkinkan lebih banyak siswa untuk berlatih sebagai dokter.

Bagian dari laporan tersebut, belum dilihat oleh MailOnline, menetapkan bahwa AI dan robotika harus digunakan di NHS untuk merombak cara interaksinya dengan pasien dan perannya dalam diagnostik dan skrining.

Menurut  The Daily Telegraph, proses tersebut dapat melibatkan janji penjadwalan. Dokter dapat menggunakan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI), seperti ChatGPT, untuk menyalin catatan mereka, menurut dokumen tersebut.

Perdana Menteri Inggris, Mr Sunak mengatakan teknologi adalah bagian dari jawaban untuk mengatasi krisis NHS dan kemajuan seperti kecerdasan buatan dapat membantu.

Layanan kesehatan saat ini sedang berjuang melawan rekor backlog dan 124.000 lowongan.

Menteri Kesehatan Steve Barclay melobi untuk potensi kemajuan teknologi yang akan ditetapkan dalam rencana tersebut.

Sebuah sumber yang dekat dengan Mr Barclay mengatakan kepada surat kabar setempat, teknologi dan inovasi, khususnya AI, mengubah sifat perawatan kesehatan.

Menteri Kesehatan sangat tertarik bahwa mereka memainkan peran besar dalam meningkatkan diagnosis dan pengobatan, dan memotong daftar tunggu.

“Dia ingin AI membantu mengurangi beban kerja dan meningkatkan produktivitas, mendukung staf, dan meluangkan waktu mereka untuk fokus merawat pasien,” ujar sumber seperti dilansir Daylimail pada hari ini.(maq)

BACA JUGA:  Komputer Pertama di Dunia Ditemukan di London