edisiana.com – Bournemouth benar-benar luluh lantak. Akhir pekan ini mereka dipermalukan Brentford dengan skor telak 4-1 di Liga Inggris. Satu nama mencuri panggung: Kevin Schade. Penyerang Jerman itu tampil brutal dengan hat-trick pada pekan ke-17, memperpanjang malam kelam The Cherries.
Sejak menit awal, Bournemouth sudah terlihat kehilangan arah. Baru tujuh menit laga berjalan, Schade membuka penderitaan tim tamu. Ia dengan mudah melewati Bafodé Diakité sebelum melepaskan tembakan rendah yang menaklukkan Djordje Petrović yang terlanjur maju.
Gol cepat yang mengatur tempo dan menandai awal kehancuran. Tim tuan rumah seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Peluang demi peluang terbuang oleh pasukan Keith Andrews.
Namun gol kedua justru lahir lewat momen tragis dan memalukan bagi Bournemouth. Tembakan Igor Thiago sempat diblok Marcos Senesi dan Petrović, tetapi upaya Diakité membuang bola malah membentur kipernya sendiri dan masuk ke gawang.
Sebuah gol bunuh diri yang terasa seperti simbol musim buruk mereka.
Bournemouth mencoba bangkit di babak kedua. Masuknya Evanilson, David Brooks, dan Justin Kluivert memberi sedikit harapan. Tapi semua itu tak cukup untuk menghentikan Schade yang sedang kesurupan.
Gol kelimanya musim ini lahir dari skema serangan balik cepat, menyambar umpan silang Yehor Yarmoliuk tanpa ampun.
Gol hiburan lewat sentuhan tumit Semenyo di menit akhir hanya menjadi hiasan luka.
Terlebih setelah Schade melengkapi hat-trick-nya lewat sundulan jarak dekat. Malam sempurna untuk Brentford, malam kelam bagi Bournemouth.
Statistik berbicara kejam: menurut BBC, Brentford kini lima kali beruntun mengalahkan Bournemouth di semua kompetisi. Tiga poin ini mengangkat The Bees ke peringkat delapan klasemen.
Sebaliknya, The Cherries terpuruk di posisi ke-15, tanpa kemenangan dalam sembilan laga beruntun—krisis yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan.
Bournemouth tenggelam.
Brentford terbang. Dan Kevin Schade? Dia adalah mimpi buruk yang nyata.(maq)










