edisiana.com – Perairan Elang Elang Laut di Belakang Padang berubah menjadi arena penuh adrenalin pada Jumat pagi ketika Batam International Sea Eagle Boat Race resmi dibuka.
Setelah 12 tahun vakum dari kalender sport maritim, ajang ini kembali dengan energi baru—dan disambut meriah ribuan penonton yang memadati pesisir.
Kontestan datang dari Singapura, Johor, Terengganu, hingga berbagai daerah Indonesia. Total 30 tim siap saling mendahului ombak demi memperebutkan Rp164 juta hadiah yang diperebutkan dalam dua kategori: Umum dan Antar-OPD.
Sekda Kota Batam, Firmansyah, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.
“Setelah 12 tahun vakum, Sea Eagle Boat Race akhirnya kembali berkat kerja keras kita semua,” ujarnya dikutip dari MCB yang juga menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, tapi simbol identitas maritim Batam.
Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan—karena pertarungan kali ini bukan di darat, melainkan di lautan yang menuntut ketenangan sekaligus keberanian.
Namun atmosfer di Belakang Padang bukan hanya soal kecepatan perahu. Penonton disuguhi atraksi budaya, hiburan pesisir, dan bazar UMKM yang menonjolkan kekayaan lokal.
Kombinasi olahraga, tradisi, dan wisata itu sekaligus menunjukkan ambisi Pemerintah Kota Batam dalam mempromosikan wilayah hinterland sebagai destinasi bahari unggulan.
Dan dengan kembalinya Sea Eagle Boat Race, Belakang Padang seakan mengirim pesan jelas: lautan ini—dan semangat kompetisinya—belum pernah padam.(*)











