BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Investasi Singapura di Batam

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat menerima Menteri Luar Negeri serta Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim. Foto: Humas

Menteri Singapura Puji Perkembangan Ekonomi Batam

edisiana.com — Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen BP Batam dalam mendukung investasi Singapura di Kota Batam.

Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri serta Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, di Gedung Bida Utama BP Batam, Kamis, 11 September 2025.

“Kami atas nama BP Batam dan Pemerintah Kota berharap komunikasi ini bisa terus terjalin, dan semoga Batam, Indonesia, dan Singapura terus membangun hubungan yang harmonis di wilayah Asia ini,” ujar Amsakar.

Dalam kunjungan tersebut, Zhulkarnain didampingi oleh Konsul Jenderal Singapura untuk Batam, Gavin Ang. Sementara itu, Amsakar turut didampingi oleh Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Amsakar menyampaikan bahwa hubungan antara Batam dan Singapura telah terjalin erat dan saling melengkapi, terutama dalam sektor investasi dan ekonomi. Ia menekankan pentingnya menjaga dan membangun kemitraan strategis antara kedua wilayah.

BACA JUGA:  Kalahkan Milan, Atalanta Naik ke Puncak Klasemen

“Karena itu, kemitraan strategis ini harus selalu kita bangun dan jalin bersama,” ujarnya.

Di hadapan delegasi Singapura, Amsakar juga mengungkapkan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, memberikan perhatian khusus terhadap Batam dalam upaya mendorong dunia usaha dan menciptakan iklim investasi yang inklusif.

Ia menjelaskan, dua regulasi penting telah diterbitkan untuk mendukung hal tersebut, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, serta PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

“Dua regulasi ini memberikan kewenangan besar kepada BP Batam. Seluruh perizinan yang sebelumnya berada di Kementerian dan Lembaga di Jakarta kini dialihkan kepada BP Batam,” kata Amsakar.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pemerintah saat ini sedang merevisi PP Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang bertujuan memperluas wilayah kerja BP Batam hingga ke wilayah pesisir.

BACA JUGA:  Bolos Latihan, Messi Diskorsing Selama Dua Minggu

“Ini merupakan langkah strategis untuk pengembangan Batam ke depan,” jelas Amsakar yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam.

Ia juga menegaskan bahwa situasi Batam saat ini sangat kondusif, meski terjadi eskalasi nasional beberapa waktu terakhir. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan menjadi modal penting dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif.

Sementara itu, Menteri Zhulkarnain Abdul Rahim menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat Kota Batam. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,04 persen pada tahun 2023 merupakan pencapaian luar biasa dan selalu berada di atas rata-rata nasional.

“Begitu banyak perkembangan Batam saat ini, ini bagus untuk Batam dan Indonesia. Batam selalu menjadi teman baik bagi Singapura dan kami harap hubungan erat ini terus terjalin,” ujar Zhulkarnain.

BACA JUGA:  Messi Catat Rekor Gol Terbanyak di Kualifkasi

Sebagai informasi, realisasi investasi Singapura di Batam pada tahun 2024 mencapai Rp6,51 triliun, menjadikan Singapura sebagai salah satu dari lima negara dengan investasi asing terbesar di wilayah tersebut. Hal ini dinilai sebagai bukti keberhasilan Batam dalam menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.(*)