Fenerbahçe Asuhan Mourinho Tersingkir dari Kualifikasi Liga Champions Usai Dikalahkan Benfica

Jose Mourinho marah timnya Fenerbahce kalah. Foto: via MD

edisiana.com — Harapan Fenerbahçe untuk tampil di fase grup Liga Champions pupus setelah ditaklukkan Benfica dengan skor tipis 1-0 pada leg kedua babak final kualifikasi di Estádio da Luz. Hasil ini membuat klub asal Turki tersebut tersingkir dengan agregat 1-0, menyusul hasil imbang tanpa gol di leg pertama di Istanbul.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Fenerbahçe di babak kualifikasi. Menurut laporan Mundo Deportivo, setahun sebelumnya, mereka juga tersingkir di fase yang sama oleh Lille melalui adu penalti. Kini, di bawah kendali José Mourinho yang ditunjuk sebagai pelatih sejak Juni 2024, mereka kembali gagal menembus babak utama kompetisi elit Eropa tersebut.

Gol tunggal dalam pertandingan ini dicetak oleh pemain asal Turki, Kerem Aktürkoğlu — mantan bintang Galatasaray — yang menambah lapisan emosional dalam kekalahan Fenerbahçe.

Aktürkoğlu mencetak gol penentu kemenangan yang membawa Benfica melangkah ke babak playoff Liga Champions.

Golnya tercipta di babak kedua setelah permainan solid dan tekanan konsisten dari tim tuan rumah. Meski Fenerbahçe mencoba mencuri peluang melalui serangan balik, lini depan mereka gagal memanfaatkan beberapa kesempatan, dan pertahanan Benfica tampil kokoh hingga akhir laga.

BACA JUGA:  Belgia Cukup Seri, Ukraina Wajib Menang

Kekecewaan Mourinho dan Fenerbahçe

Bagi Mourinho, yang musim ini diharapkan membawa perubahan besar di Fenerbahçe, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Pelatih asal Portugal itu merekrut beberapa pemain top dan berambisi membawa tim Istanbul itu kembali ke panggung Eropa, namun hasil ini menjadi kemunduran awal dalam proyeknya.

Meski tersingkir dari Liga Champions, Fenerbahçe masih memiliki peluang tampil di Liga Europa, tergantung hasil babak playoff kompetisi tersebut.

Benfica melaju ke babak playoff terakhir Liga Champions dan hanya berjarak satu langkah lagi dari fase grup. Sementara itu, Fenerbahçe harus kembali mengevaluasi strategi mereka baik di level domestik maupun Eropa.(maq)