Salah Kembali, Liverpool Mengamuk di Velodrome, Menang 3-0 Atas Marseille

Salah akhir bermain setelah damai dengan Manajer Slot. Foto: via BBC

edisiana.com – Mohamed Salah kembali ke starting XI, dan seperti biasanya, Liverpool langsung berubah menjadi mesin penghancur. Tim asuhan Arne Slot membungkam Stade Vélodrome yang membara dengan kemenangan telak 3-0 atas Marseille di Liga Champions.

Malam Eropa yang berakhir dengan dominasi total The Reds. Marseille nyaris tak berkutik di babak pertama.

Namun setelah jeda, pasukan Roberto De Zerbi keluar dengan amarah dan keberanian. Velodrome bergemuruh, tempo meningkat, dan tekanan tuan rumah memuncak.

Alisson Becker menjadi tembok tak tergoyahkan. Kiper Brasil itu menggagalkan peluang emas Mason Greenwood, sebelum sang winger Inggris menyodorkan bola matang kepada Hamed Traoré.

BACA JUGA:  Lewandowski Bahagia Bisa Pindah ke Barca

Tapi peluang emas itu terbuang sia-sia—tendangan Traoré melambung, jauh dari ancaman nyata.

Dan seperti hukum tak tertulis di Liga Champions: siapa yang menyia-nyiakan peluang akan dihukum.

Liverpool, dengan ketenangan dan kedewasaan Eropa, menahan laju tim paling produktif di Ligue 1. Mereka bukan hanya menang, tapi menegaskan kekuasaan.

Dominik Szoboszlai membuka jalan, Cody Gakpo menambah luka, dan kesalahan Rulli menutup malam kelam Marseille.

Rekor tak terkalahkan The Reds kini memanjang menjadi 13 laga—sebuah pernyataan kekuatan di tanah asing.

BACA JUGA:  Inggris U-21 Pertahankan Gelar Euro dengan Kemenangan Dramatis atas Jerman

Melansir BBC, sebelum laga, De Zerbi telah menyerukan penghormatan kepada Velodrome. Stadion penuh jauh sebelum kick-off, atmosfer menggelegar.

Para pendukung Marseille menggelar tifo spektakuler bertema The Beatles dengan tulisan “Que l’histoire se répète”—biarkan sejarah terulang kembali.

Pesan itu merujuk pada tahun 2004, ketika Didier Drogba menghantui Liverpool dan membawa Marseille menyingkirkan mereka dari Piala UEFA.

Namun sejarah memilih cerita lain.
Yang terulang justru memori 2007 dan 2008. Liverpool kembali menaklukkan Marseille di Liga Champions. Di kota pelabuhan ini, di bawah tekanan ribuan suara, The Reds sekali lagi menunjukkan siapa penguasa malam Eropa.

BACA JUGA:  Tuchel Siap Melatih MU dan Juga Chelsea

Velodrome bergemuruh. Liverpool tersenyum. Sejarah berpihak pada merah.(maq)