Dokter Sarankan Minum Susu untuk Cegah Dehidrasi Saat Gelombang Panas Melanda Dunia

Susu dapat memperlambat laju pengosongan cairan dari perut. Foto: via Metro

edisiana.com – Gelombang panas tengah melanda sejumlah negara dengan suhu yang diperkirakan akan mencapai pertengahan 30-an derajat Celsius pada akhir pekan ini. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi dan menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Otoritas kesehatan Inggris telah mengeluarkan imbauan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung pada tengah hari, mengenakan tabir surya, serta mengonsumsi banyak cairan.

Namun, sebuah saran yang cukup mengejutkan datang dari seorang ahli medis: susu mungkin lebih efektif dari air dalam menjaga hidrasi tubuh.

Dr. Natasha Fernando, direktur medis di layanan kesehatan Medichecks, menjelaskan bahwa banyak bangunan di Inggris dan beberapa negara lainnya tidak dirancang untuk menghadapi cuaca ekstrem. Hal ini membuat pentingnya menjaga hidrasi tubuh semakin krusial.

“Namun, Anda tidak harus bergantung pada air saja untuk meningkatkan tingkat hidrasi,” ujarnya dikutip dari Metro pada Sabtu ini.

Menurut Dr. Natasha, susu putih dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi lebih lama karena kandungan gula, protein, dan lemaknya memperlambat pengosongan cairan dari lambung. Selain itu, kandungan natrium dalam susu membantu tubuh menahan air lebih efektif.

Tak hanya susu sapi yang memberikan manfaat ini. Alternatif susu nabati, seperti susu kedelai, juga dinilai bermanfaat karena mengandung elektrolit yang penting untuk proses rehidrasi, terutama bagi mereka yang vegan atau tidak toleran laktosa.

Untuk membantu tubuh tetap sejuk dan terhidrasi selama gelombang panas, Dr. Natasha juga menyarankan konsumsi:

Semangka

Air kelapa

Mentimun atau jus mentimun

Jus buah segar yang diencerkan dengan air

Semua pilihan tersebut tidak hanya menyegarkan, tetapi juga kaya akan kandungan air dan elektrolit yang penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.(maq)

Exit mobile version