edisiana.com – Laga final Liga Konferensi Eropa yang akan berlangsung di Stadion Miejski, Wroclaw, mempertemukan dua tim dengan latar belakang kontras: Chelsea yang kaya raya dan Real Betis yang lebih sederhana secara finansial. Duel ini pun dijuluki sebagai pertemuan “Si Kaya vs Si Miskin”.
Namun bagi kapten Real Betis, Isco Alarcón, perbedaan anggaran bukanlah penghalang. Mantan bintang Real Madrid itu menegaskan bahwa timnya datang dengan semangat dan antusiasme tinggi untuk menorehkan sejarah baru.
“Ini akan menjadi mimpi bagi Betis untuk mengangkat gelar Eropa pertama,” ujar Isco seperti dinukil dari Mundo Deportivo pada Rabu ini.
“Saat Anda mendekati final, Anda selalu membayangkan momen-momen dan kemungkinan yang bisa terjadi. Fokus kami adalah pada pertandingan yang pasti akan sulit,” tambahnya.
Isco, yang kini berusia 33 tahun, membawa pengalaman luar biasa dari masa lalu—termasuk lima gelar Liga Champions saat masih berseragam Real Madrid. Kini, ia berkesempatan menorehkan pencapaian bersejarah lain bersama Betis.
Ketika ditanya tentang keunggulan Chelsea dibandingkan Betis, Isco menjawab dengan jujur, “Yang paling utama, uang.” Namun, ia menekankan bahwa faktor materi bukan segalanya dalam sepak bola.
“Kami tahu mereka tim kuat dengan pemain hebat, tapi Betis juga punya tim bagus dan yang paling membuat kami bersemangat adalah kesempatan untuk menorehkan sejarah. Itu poin yang menguntungkan kami,” tambahnya menerangkanm
Menambah motivasinya, Isco juga baru saja kembali dipanggil ke tim nasional Spanyol setelah enam tahun absen—sebuah pengakuan atas performa impresifnya musim ini.
Final Liga Konferensi Eropa ini tak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Betis, tapi juga momentum spesial bagi Isco untuk menutup musim dengan trofi dan kisah emosional yang layak dikenang.(maq)
