Bola  

Lelucon untuk Arbeola Jelang Madrid Vs Benfica

Álvaro Arbeloa belum diyakini bisa membawa Madrid juara. Foto: via MD

edisiana.com – Real Madrid telah merilis daftar skuad berisi 23 pemain untuk laga pamungkas fase grup Liga Champions melawan Benfica di Lisbon, Rabu malam nanti.

Namun, alih-alih fokus pada duel krusial di Estádio da Luz, perhatian publik justru teralihkan oleh sebuah kesalahan yang tak terduga.

Dalam unggahan resmi klub, Real Madrid menampilkan foto Rodrygo sebagai visual utama. Akan tetapi, di latar belakang desain tersebut, muncul nama yang mengundang tanda tanya besar: Álvaro Arbeloa.

Sebuah kekeliruan mencolok, mengingat mantan bek kanan itu telah lama gantung sepatu dan kini sama sekali tidak terkait dengan skuad utama Carlo Ancelotti.

BACA JUGA:  Klopp Berharap Sangat dengan Aston Villa

Kesalahan kecil ini langsung meledak di media sosial. Dalam hitungan menit, unggahan tersebut menjadi viral dan memicu gelombang komentar bernada humor.

Lelucon, meme, hingga candaan ringan membanjiri lini masa, seolah Arbeloa tiba-tiba “dipanggil kembali” untuk menyelamatkan Los Blancos di Eropa.

Di tengah riuhnya reaksi tersebut, satu suara lama kembali muncul ke permukaan: Andrey Arshavin.

Mantan pemain Arsenal dan semifinalis Euro 2008 itu—yang dikenal memiliki relasi dingin dengan Real Madrid—tidak melewatkan momen ini untuk menyampaikan sentimen antipatinya.

BACA JUGA:  Johnson: Kante Pasti akan Menolak Pinangan Arsenal

Arshavin, yang telah pensiun dari sepak bola profesional delapan tahun lalu, melontarkan komentar tajam yang langsung menyebar luas.

Ia berharap “Arbeloa” gagal membawa Real Madrid, baik di Liga Champions maupun LaLiga. “Saya harap Arbeloa gagal,” tegasnya, dikutip dari MD pada hari ini.

Sebuah kesalahan desain sederhana akhirnya berubah menjadi episode satir di jagat maya—pengingat bahwa di Real Madrid, bahkan detail terkecil pun bisa menjadi bahan perbincangan global.

BACA JUGA:  Kalah Tipis, Hearts Gagal Lolos ke Liga Eropa

Sementara di lapangan, Los Blancos tetap dituntut menjawab segalanya dengan satu hal yang paling penting: kemenangan.(maq)